Manfaat ekonomi ini dirasakan langsung oleh Layla dan Mia, dua warga asli Desa Wringinagung yang kini aktif di SPPG.
Layla menceritakan bahwa insentif yang ia terima sangat membantu menopang dapur rumah tangga, mengingat sang suami hanya mengandalkan pendapatan sebagai kuli bangunan.
Senada dengan Layla, Mia yang kini berjuang sebagai orang tua tunggal mengaku sangat terbantu dengan adanya lapangan pekerjaan ini untuk membiayai kebutuhan keluarganya. Ia berharap program ini terus berkelanjutan.
"Kami sangat menggantungkan harapan pada keberlangsungan SPPG ini. Jika operasionalnya berhenti, masyarakat kecil seperti kami tentu akan kembali kesulitan," pungkas Mia.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI
Artikel Terkait
Urai Kemacetan di Puger, Pemkab Jember Perpanjang Durasi Operasional Truk Tambang
Genjot PAD 2026 dari Retribusi PKL, Pemkab Jember: Masih Opsi dan Perlu Kajian Matang
Kendalikan Inflasi Pasca Lebaran, Pemkab Jember Salurkan Bantuan Pangan hingga Lakukan Mitigasi Bencana Ekstrem
Kebut Proyek Street Food di Jalan Kartini, Pemkab Jember Tetap Kedepankan Toleransi
Pemkab Jember Gelar OSMA di JSG, Warga Bisa Olahraga Sore Sekaligus Donor Darah, Cek Kesehatan dan Nikmati UMKM
Kepala BGN Puji Akurasi Data Gizi Door to Door Pemkab Jember
Pemkab Jember Luncurkan Program Penghapusan Denda Pajak Daerah
Anggaran Revitalisasi Sekolah Bertambah Rp16 Triliun, Politisi Golkar Purnamasidi Dorong Pemkab Jember Segera Tangkap Momentum
Sidak SPPG Diduga Penyebab Keracunan, Satgas MBG Pemkab Jember Temukan Beberapa Fakta Lapangan
Kandidat Juara Mundur, Pemkab Jember Gelar Ulang Seleksi Dirut Perumdam Tirta Pandalungan