SketsaNusantara.id — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jember, Ahmad Halim, memberikan pandangannya terkait keberlanjutan Program Strategis Makan Bergizi Gratis (MBG).
Di hadapan para penerima manfaat, mulai dari kalangan siswa hingga perwakilan pekerja di SPPG, Halim menangkap adanya harapan besar agar program ini terus dipertahankan.
"Tentu apa yang menjadi harapan Bapak dan Ibu sekalian, para penerima manfaat, adalah agar program ini tetap berlanjut," ujar Halim saat menemui demonstran di DPRD Jember, Sabtu 20 April 2026.
Baca Juga: Belasan Ribu Warga Jember Kepung DPRD, Tolak Penghentian Program Unggulan Presiden Prabowo
Halim menegaskan bahwa jika program ini terbukti memberikan dampak positif dan manfaat yang luas bagi masyarakat, pihak daerah tidak akan ragu untuk menyuarakan aspirasi tersebut ke tingkat yang lebih tinggi.
"Apabila manfaatnya lebih banyak, terutama kepada masyarakat, kami akan teruskan (aspirasi ini) kepada pemerintah pusat, terutama kepada Bapak Presiden," tambahnya, yang langsung disambut riuh tepuk tangan hadirin.
Meski mendukung penuh, Halim memberikan catatan penting bahwa pelaksanaan program ini harus dibarengi dengan pembenahan di berbagai lini. Evaluasi secara berkala mutlak dilakukan demi menyempurnakan implementasi di lapangan.
"Dengan catatan, tentu ada perbaikan-perbaikan dan evaluasi. Setuju?" tanya Halim, yang kompak dijawab setuju oleh massa yang hadir.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Halim juga menguraikan sejumlah dampak multidimensi yang dibawa oleh program MBG jika dikelola dengan baik.
Di antaranya, membuka lapangan kerja baru, menekan angka pengangguran dan kemiskinan, mengatasi kelaparan, meningkatkan kualitas SDM, penanggulangan stunting, hingga memberikan fasilitas tambahan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem.
Baca Juga: ASN Promosi Daerah, DPRD Jember Minta Pemkab Mengedepankan Pendekatan Persuasif
Menutup penyampaiannya, Ahmad Halim mengimbau kepada seluruh masyarakat dan panitia lokal untuk menjaga kebersihan lingkungan secara mandiri, khususnya dalam pengelolaan sampah di area dapur umum. Ia juga mengapresiasi situasi yang kondusif meski terdapat dinamika penyampaian pendapat.
"Di negara demokrasi, berbeda pendapat adalah hal yang biasa. Namun, menghormati pendapat orang lain adalah suatu jiwa yang ksatria," pungkas Halim sebelum meminta massa membubarkan diri dengan tertib dan simpatik.***
Artikel Terkait
Terbukti Bersalah, Majelis Kehormatan DPP Partaj Gerindra Beri Sanksi Tegas ke Anggota DPRD Jember yang Main Game
Anggota Dewan Main Game dan Merokok Saat Rapat, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jember Tegaskan Lakukan Evaluasi Menyeluruh
TPA Pakusari Over Capacity, DPRD Jember Ungkap Ancaman Sampah Menumpuk di Jalan dan Sungai
Anggota DPRD Jember Bongkar Alasan Main Game Saat Rapat: Lupa Kasih Makan Sapi
Belasan Siswa TK dan PAUD Keracunan MBG, Ketua Fraksi NasDem DPRD Jember David: Cabut Izin SPPG Nakal
DPRD Jember Pelajari TPST BLE Banyumas, Solusi Atasi Darurat Sampah di TPA
Kunjungan Wisatawan ke Jember Tembus 1,8 Juta, DPRD Jember Dorong Sektor Pariwisata Lakukan Inovasi dan Perbaikan Infrastruktur
Jadi Tuan Rumah Liga 4 Nasional, DPRD Jember Dorong Pembenahan Kualitas 2 Stadion dan Fasilitas Olahraga
ASN Promosi Daerah, DPRD Jember Minta Pemkab Mengedepankan Pendekatan Persuasif
SPPG Berhenti Beroperasi, Wakil Ketua DPRD Jember Dorong Segera Evaluasi Penerima Manfaat MBG agar Lebih Tepat Sasaran