Sabtu, 20 Juni 2026

Beda dengan Roy Suryo, Dokter Tifa Tersangka Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi Sukarela Pakai Rompi Tahanan, Refly Harun Singgung Ketidakadilan

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:10 WIB
Potret perbedaan sikap Roy Suryo dan dokter Tifa saat jalani proses pemeriksaan sebelum ditahan terkait kasus tudingan ijazah palsu Jokowi (Instagram/medsoszone/undercoverid)
Potret perbedaan sikap Roy Suryo dan dokter Tifa saat jalani proses pemeriksaan sebelum ditahan terkait kasus tudingan ijazah palsu Jokowi (Instagram/medsoszone/undercoverid)

SketsaNusantara.id - Kasus dugaan penyebaran informasi terkait tudingan ijazah palsu Joko Widodo (Jokowi) memasuki babak baru yang menyedot perhatian publik. 

Dua figur yang vokal menyuarakan isu ini, Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau dokter Tifa akhirnya ditahan di Polda Metro Jaya.

Keduanya ditangkap dan dijemput paksa oleh pihak kepolisian pada hari Jumat, 19 Juni 2026 setelah status berkas perkara dinyatakan lengkap (P21) oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

Perbedaan kontras justru terlihat dari gestur dan respons visual kedua tokoh ini saat digiring oleh petugas yang memicu gelombang diskusi di media sosial hingga mendapat respons dari pakar hukum tata negara, Refly Harun.

Baca Juga: Kronologi Penangkapan Roy Suryo dalam Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Gestur Tolak Pakai Rompi Oranye sebelum Ditahan Jadi Sorotan

Menurut keterangan dari tim kuasa hukum keduanya, proses penjemputan paksa ini dinilai sangat mendadak. Roy Suryo ditangkap saat dirinya sedang beristirahat di ruang kerjanya.

Sementara itu, Dokter Tifa dijemput paksa oleh petugas sekitar pukul 06.00 WIB. Momentum penangkapan Dokter Tifa pun menarik perhatian karena terjadi tepat saat ia hendak mengikuti sidang proposal untuk program doktoralnya di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI).

Kuasa hukum menyebut dokter Tifa dibawa menuju ke Polda Metro Jaya setelah diizinkan menyelesaikan ujian desertasi di FKUI.

Salah satu momen yang ramai dibicarakan di media sosial adalah potongan video yang memperlihatkan Roy Suryo saat digiring petugas.

Berbeda dengan tahanan pada umumnya, pakar telematika tersebut tidak mengenakan rompi tahanan. Dalam video yang beredar di Instagram, Roy Suryo dengan wajah serius tanpa sepatah kata berjalan dengan membawa Rompi berwarna oranye yang hanya dilipat dan ditenteng di tangannya.

Baca Juga: Roy Suryo Balik Melawan, Pengacara Ungkap Alasan Pelaporan terhadap Lechumanan dan Rismon Sianipar di Tengah Polemik Ijazah Jokowi

Publik menilai aksi Roy Suryo ini sebagai bentuk penolakan atau perlawanan pasif (passive resistance). Secara psikologis, tindakan ini memperlihatkan posisi yang unik, di satu sisi ia tetap kooperatif mematuhi otoritas hukum dengan membawa rompi tersebut agar tidak dianggap menghalangi petugas, namun di sisi lain ia seakan tegas menolak disamakan begitu saja dengan pelaku kriminal.

Pemandangan berbeda justru ditunjukkan oleh Dokter Tifa. Saat dibawa oleh petugas, ia tampak mengenakan rompi oranye tersebut secara sukarela ke badannya.

Dalam analisis perilaku, keputusan untuk mengenakan atribut tahanan secara sukarela di bawah situasi penuh tekanan sering kali dirasakan sebagai bentuk "kepasrahan" atau pengakuan bersalah secara tidak langsung di hadapan hukum.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X