SketsaNusantara.id – Roket SpaceX Falcon 9 belakangan ini menjadi perbincangan hangat setelah dilaporkan menghantam permukaan Bulan pada hari Rabu, 5 Agustus 2026.
Momen tersebut mencuri perhatian setelah video detik-detik badan roket menabrak Bulan beredar luas di media sosial hingga memicu beragam reaksi publik.
Dalam video yang beredar memperlihatkan roket SpaceX yang berada di orbit bulan dan perlahan menghantam permukaan bulan dengan menciptakan kawah yang cukup besar.
"Roket SpaceX Falcon 9 telah menabrak bulan, menciptakan dampak kawah dampak dengan lebar yang diperkirakan mencapai 100 kaki," tulis akun Instagram @echoesofunboundcuriosity yang mengunggah rekaman video penampakan roket SpaceX menabrak bulan.
Banyak warganet mengira video yang beredar merupakan rekaman asli detik-detik tumbukan roket dengan bulan dan dilakukan secara sengaja, hingga akhirnya menuai perdebatan di media sosial.
Padahal faktanya, video tersebut merupakan simulasi resmi yang menggambarkan proses tabrakan berdasarkan perhitungan ilmiah, bukan rekaman langsung dari lokasi kejadian.
Meski sempat menuai pro dan kontra, para ilmuwan justru menilai peristiwa ini sebagai kesempatan langka untuk mempelajari dampak tumbukan benda antariksa di permukaan Bulan.
Roket SpaceX Falcon 9 Mengembara Lebih dari Setahun Sebelum Menabrak Bulan
Peristiwa ini terjadi setelah roket Falcon 9 milik SpaceX mengembara lebih dari satu tahun setelah sebelumnya diluncurkan pada 2025 dalam misi perjalanannya ke Bulan.
Setelah menyelesaikan misinya, bagian atas (upper stage) roket yang terbuang dan tidak lagi dikendalikan akhirnya terus mengembara di luar angkasa selama lebih dari satu tahun sebelum akhirnya menghantam permukaan Bulan pada hari Rabu, 5 Agustus 2026.
Berdasarkan laporan, diketahui tumbukan terjadi di sekitar Kawah Einstein dengan kecepatan sekitar 8.700 kilometer per jam, atau hampir setara dengan tujuh kali kecepatan suara.
Para ilmuwan memperkirakan benturan roket dengan bobot sekitar 4 ton itu melepaskan energi setara 3 ton TNT, sehingga membentuk kawah berdiameter 100 kaki atau sekitar 30 meter di permukaan Bulan.
Artikel Terkait
Unik, NASA Ungkap Terjadinya Fenomena Langka 'Smiley Face' yang Bisa Dilihat 25 April 2025, Penampakan dari Indonesia Bakal Jadi 'Sad Face'?
Mahasiswa STEI ITB Raih Tiga Penghargaan di NASA International Space Apps Challenge 2025 Melalui Proyek AIM-X
Ahli Astronomi Sebut Benda Bercahaya di Langit Lampung adalah Sampah Antariksa, Apa Itu? Berikut Ini Jenis dan Bahayanya
Kru Astronot yang Mengelilingi Bulan dalam Misi Artemis II Sudah Kembali ke Bumi, NASA: Mendarat di Perairan Lepas Pantai San Diego
5 Fakta Menarik Hujan Meteor Lyrids April 2026, Fenomena Antariksa yang Sudah Pernah Muncul Sejak 687 SM, Kini Bisa Dilihat dengan Jelas di Indonesia!