Rabu, 5 Agustus 2026

Dukung Penempatan Dana SAL Kementerian Keuangan, BRI Siap Perkuat Penyaluran Kredit Sektor Riil

Photo Author
Angga Juli Setiawan, Sketsa Nusantara
- Rabu, 5 Agustus 2026 | 20:25 WIB
Dukung Penempatan Dana SAL Kementerian Keuangan, BRI Siap Perkuat Penyaluran Kredit Sektor Riil
Dukung Penempatan Dana SAL Kementerian Keuangan, BRI Siap Perkuat Penyaluran Kredit Sektor Riil

SketsaNusantara.id — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyambut positif langkah pemerintah melalui Kementerian Keuangan yang mengoptimalkan pengelolaan kas negara lewat instrumen penempatan dana Saldo Anggaran Lebih.

Kebijakan ini dinilai mencerminkan sinergi fiskal dan sektor keuangan untuk menjaga stabilitas likuiditas sistem perbankan sekaligus memperkuat fungsi intermediasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan bahwa instrumen pengelolaan kas negara seperti penempatan dana Saldo Anggaran Lebih memiliki peran strategis bagi stabilitas keuangan.

Baca Juga: Dinilai Paling Aktif se-Indonesia oleh Palang Merah Jepang, SIBAT Desa Kepanjen Terima Bantuan Sarana Mitigasi Bencana

Menurutnya, langkah pemerintah memberikan dukungan likuiditas bagi industri perbankan sehingga bank dapat menjalankan fungsi intermediasi secara lebih optimal dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Likuiditas yang terjaga merupakan prasyarat penting agar perbankan dapat terus menyalurkan pembiayaan yang sehat ke sektor-sektor produktif.

Ia menambahkan bahwa dengan kecukupan likuiditas, perbankan memiliki ruang yang lebih luas dalam memenuhi kebutuhan pembiayaan dunia usaha tanpa mengabaikan kualitas aset maupun manajemen risiko.

Baca Juga: Baru Dibuka, Kuota Undangan Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia di Istana Merdeka Ludes pada Hari Pertama, Begini Caranya Ikut 'War Tiket'

Bagi BRI, dukungan likuiditas tersebut akan dioptimalkan untuk memperkuat penyaluran kredit yang berkualitas, khususnya kepada sektor riil dan UMKM yang memiliki dampak ekonomi tinggi.

Fokus utama perseroan tetap pada pembiayaan produktif guna menciptakan efek berganda berupa peningkatan aktivitas usaha, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan ekonomi masyarakat.

Sebagai perbankan dengan portofolio pembiayaan UMKM terbesar di Indonesia, BRI terus mengarahkan ekspansi kredit ke sektor-sektor penggerak utama perekonomian nasional, termasuk usaha mikro, pertanian, perdagangan, serta industri pengolahan.

Baca Juga: Heboh Muncul Patung 'Berhala Biru' di Madinah, Karya Seni Desert X AlUla Tuai Polemik karena Dianggap Bertentangan dengan Nilai Islam

Hingga akhir Triwulan I 2026, total penyaluran kredit BRI mencapai Rp1.562 triliun, di mana segmen UMKM menjadi pilar utama dengan capaian penyerapan sebesar Rp1.211 triliun.

Kebijakan penguatan likuiditas perbankan ini sejalan dengan arahan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui di Tangerang pada Selasa kemarin.

Halaman:

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X