Menteri Keuangan mengutarakan bahwa pemerintah membuka peluang untuk memperpanjang masa penempatan dana Saldo Anggaran Lebih di Himpunan Bank Milik Negara hingga tahun depan, dari rencana awal yang memperkirakan penarikan sebagian dana pada akhir 2026.
Sinergi antara kebijakan fiskal dan sektor keuangan menjadi faktor krusial dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah dinamika perekonomian global.
Hery meyakini bahwa kolaborasi antara pemerintah dan industri perbankan merupakan fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Baca Juga: Pemkab Jember Pastikan Kontrak 8.236 PPPK Paruh Waktu Diperpanjang, Bebaskan Biaya Tes Kesehatan
Melalui pengelolaan likuiditas yang bijak dan penyaluran kredit berkualitas, BRI berkomitmen untuk terus memperbesar kontribusinya sebagai agen pembangunan, memperluas inklusi keuangan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat luas. ***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id KLIK DI SINI
Artikel Terkait
Jadi yang Terbesar di Industri Keuangan, BRI Setor Rp19,1 Triliun ke Kas Negara pada Awal 2026
Sejajar Bank Raksasa Dunia, BRI Raih Peringkat 132 Global dalam Top 1000 World Banks 2026 Versi The Banker
Motor Utama Program 3 Juta Rumah, BRI Realisasikan Rp10,6 Triliun KUR Perumahan dan Raih Apresiasi Pemerintah
Akselerasi Transformasi BRIvolution Reignite, BRI Kokohkan Kinerja Keuangan dan Kontribusi bagi Danantara Indonesia
Perkuat Program 3 Juta Rumah, Presiden Prabowo Pimpin Akad Massal 62 Ribu Debitur KPR FLPP Bersama BRI