Minggu, 19 Juli 2026

Mahasiswa STEI ITB Raih Tiga Penghargaan di NASA International Space Apps Challenge 2025 Melalui Proyek AIM-X

Photo Author
Nurul Huda, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 15 November 2025 | 10:00 WIB
Para mahasiswa STEI ITB yang meraih tiga penghargaan di NASA International Space Apps Challenge 2025. (stei.itb.ac.id)
Para mahasiswa STEI ITB yang meraih tiga penghargaan di NASA International Space Apps Challenge 2025. (stei.itb.ac.id)

SketsaNusantara.id - Prestasi membanggakan kembali hadir dari lingkungan akademik Indonesia. Tim mahasiswa Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung (STEI ITB) sukses meraih pencapaian luar biasa pada ajang internasional bergengsi NASA International Space Apps Challenge 2025.

Kompetisi tahunan berskala global ini menghimpun puluhan ribu peserta dari berbagai negara untuk mengembangkan solusi berbasis sains, data, dan teknologi terkait isu bumi, luar angkasa, dan keberlanjutan planet.

Tim mahasiswa STEI ITB mencatat prestasi gemilang dengan memenangkan tiga kategori sekaligus dalam ajang tersebut, yakni Best Pitch, Global Nominee and Local Winner, serta Best Use of Data Nominee pada NASA International Space Apps Challenge 2025.

Baca Juga: Garda Medika Luncurkan Fitur Express Discharge, Peserta Kini Bisa Pulang Tanpa Antre Obat dan Kasir dengan Proses Rawat Jalan yang Lebih Singkat

Dilansir SketsaNusantara.id dari laman web resmi STEI ITB, penghargaan tersebut diraih oleh Thalita Zahra Sutejo dari Sistem dan Teknologi Informasi angkatan tahun 2022 bersama tiga rekannya, yakni Attara Majesta Ayub dan Jason Fernando dari Teknik Informatika angkatan tahun 2022, serta Daryl John Sayangbati dari Teknik Mesin angkatan tahun 2022.

Keempatnya berkolaborasi membangun proyek inovatif bernama AIM-X (Asteroid Impact Simulation and Mitigation eXperience), sebuah platform simulasi interaktif untuk memprediksi, menganalisis, hingga merancang strategi mitigasi jika terjadi potensi tumbukan asteroid ke bumi.

Proyek AIM-X dikembangkan dengan memanfaatkan data ilmiah dari NASA, kemudian diproses melalui model fisika terintegrasi. Platform ini dirancang agar pengguna dapat memahami dampak ilmiah dari fenomena tumbukan objek luar angkasa.

Baca Juga: 19 Ribu Balpres Ilegal Disita, Kebijakan Baru Menkeu soal Pakaian Sitaan Ungkap Arah Penindakan Terbesar Sepanjang 3 Tahun Terakhir

Dalam penjelasannya, Thalita memaparkan bahwa AIM-X memungkinkan pengguna mensimulasikan berbagai skenario tumbukan asteroid berdasarkan parameter seperti kecepatan objek, sudut tumbukan, hingga jarak orbit minimum.

Sistem kemudian menghasilkan perhitungan lanjutan seperti prediksi ukuran kawah, radius gelombang kejut, kemungkinan terjadinya tsunami, hingga potensi aktivitas seismik yang dapat ditimbulkan.

“Melalui AIM-X, pengguna dapat mensimulasikan berbagai skenario tumbukan berdasarkan parameter fisik asteroid seperti kecepatan, sudut tumbukan, dan jarak orbit minimum. Sistem ini juga menghitung efek lanjutan seperti ukuran kawah, gelombang kejut, tsunami, hingga aktivitas seismik,” jelas Thalita.

Baca Juga: 48 Persen Kasus Keracunan Berasal dari MBG, Data BGN dan Respons Pemerintah Tegaskan Pentingnya Pembenahan Tata Kelola Program Gizi Nasional

Pendekatan ilmiah yang kuat, dikombinasikan dengan tampilan interaktif berbasis web dan visualisasi 3D, membuat AIM-X menjadi salah satu proyek yang menonjol pada kompetisi tahun ini.

Tim membagi peran secara terstruktur berdasarkan keahlian masing-masing. Ada yang fokus pada analisis data dan pemodelan fisika, ada yang mengerjakan antarmuka pengguna, visualisasi 3D, dan integrasi dataset NASA. Namun, mereka mengakui bahwa tantangan terbesar dalam mengerjakan proyek ini adalah waktu yang terbatas.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X