SketsaNusantara.id — Relawan Korps Sukarela (KSR) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember bergerak serentak melakukan pendataan menyeluruh terhadap seluruh Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) di seluruh wilayah Jember.
Aksi maraton ini dijadwalkan berlangsung selama 10 hari, terhitung mulai tanggal 15 hingga 28 Juli 2026.
Langkah ini diambil untuk menghimpun data sekolah secara komprehensif. Basis data yang terkumpul nantinya akan menjadi fondasi utama dalam menyusun program kerja, memetakan potensi pembinaan relawan muda, serta memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai satuan pendidikan.
Kasubid PB dan SDM Markas PMI Kabupaten Jember, Wachid Budi Santoso, menegaskan bahwa pendataan ini bukan sekadar formalitas administratif di atas kertas, melainkan langkah krusial demi masa depan pembinaan generasi muda di Jember.
"Data akurat yang dikumpulkan oleh para relawan di lapangan akan menjadi rujukan utama dalam merancang program strategis PMI ke depan, termasuk pembinaan Palang Merah Remaja (PMR), edukasi kesiapsiagaan bencana sejak dini, pelatihan pertolongan pertama, serta berbagai aksi kemanusiaan lainnya langsung di lingkungan sekolah," ujar Wachid.
Di lapangan, para relawan KSR menjalankan proses pendataan secara sistematis dengan mengedepankan ketelitian tinggi serta koordinasi erat bersama pihak manajemen sekolah.
Baca Juga: 55 Mobil Siaga Masuk Desa, Warga Madiun Tak Lagi Kesulitan Akses Bantuan Kesehatan dan Sosial
Validitas data menjadi prioritas utama agar Bidang SDM PMI Jember dapat meningkatkan kualitas pelayanan organisasi yang berbasis pada data riil (data-driven).
Mengingat Kabupaten Jember memiliki ratusan satuan pendidikan di jenjang SMP/MTs, keberadaan database yang lengkap dan terintegrasi ini diproyeksikan akan membawa dampak positif jangka panjang, di antaranya:
Tepat Sasaran: Meningkatkan efektivitas dan efisiensi program kerja PMI agar berjalan lebih optimal.
Mitigasi Cepat: Mempermudah alur koordinasi tanggap darurat serta pelaksanaan simulasi kebencanaan secara berkala di lingkungan sekolah.
Pemerataan Informasi: Memperluas jangkauan sosialisasi nilai-nilai kemanusiaan dan prinsip kepalangmerahan hingga ke sekolah-sekolah yang berada di wilayah pelosok Jember.
Artikel Terkait
Don Ritto dan Febrie Adriansyah Ada Hubungan Apa? Pengusaha de'Clan Cafe Akui Kepemilikan Aset Emas 74 kg dan Uang yang Disita dari Rumah Jampidsus
Viral! Situs JDIH Kemendagri Diretas Jadi Korban Defacement, Tampilan Berubah Total hingga Muncul Pesan 'Indonesia Darurat Korupsi'
Hadirkan Dua Narasumber dari Malaysia, MA Unggulan KH Abdul Wahab Hasbullah Tambakberas Targetkan Produktivitas Guru Lewat AI
Hotman Paris Resmi Menjadi Kuasa Hukum Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, 2 Alasan yang Dikemukakan Jadi Sorotan Tajam Netizen
Hotman Paris Tegaskan Beberapa Point Bantahan Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah, Dari Isu Suap Tan Kian Rp 50 Miliar hingga Kaitan Aset