SketsaNusantara.id - Di tengah persiapan sebagai lokasi Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama, Madrasah Aliyah Unggulan (MAU) KH Abdul Wahab Hasbullah Tambakberas menggelar Workshop Pemanfaatan Generative Artificial Intellegence (AI) Dalam Peningkatan Produktivitas Guru, Jumat 17 Juli 2026.
Dua pakar dari Malaysia dihadirkan sebagai narasumber. Keduanya adalah Prof Keith Thong, Managing Director University Bookstore Malaysia, dan Franklin Styne Iyadurai, Ph.D.
Sejak pagi hingga petang, sebanyak 40 peserta terpilih mengikuti kegiatan. Acara digelar dengan bekerja sama dengan PT Solusi Edukasi Internasional (SEI). Rangkaian kegiatan juga penandatanganan nota kesepahaman tentang program English Learning For School (ELFS).
Kepala MAU Tambakberas, Faizun menjelaskan, workshop digelar untuk mendukung proses belajar mengajar sehari-hari. "Terutama meningkatkan produktivitas dan kapasitas guru dalam memanfaatkan Generative AI," ujarnya.
Baca Juga: Siapkan Pendidikan Berbasis Cinta, Ribuan Guru PAl Nganjuk Ikuti Workshop
Bayu Setiawan, Business Development Manager PT SEl, menegaskan, kehadiran teknologi modern sama sekali tidak bertujuan untuk menggeser peran pendidik di kelas.
"Teknologi tidak akan menggantikan guru, tapi teknologi hadir untuk memperkuat ikhtiar dan membantu kerja para guru," ujarnya.
Dia menambahkan, dalam waktu tiga bulan ke depan akan berjalam kelas sampling ELFS. "Kita perlu mencontoh keteladanan dari KH Wahab Hasbullah, yang selalu berpikir visioner jauh ke depan," imbuhnya.
Ketua Yayasan Bahrul Ulum Tambakberas, KH Abdurrozaq Sholeh, mendorong para peserta untuk menjadi orang alim yang relevan dengan zaman. "Acara ini menunjukkan pentingnya bagi seorang yang berilmu (alim) untuk terus adaptif terhadap perkembangan masa," ujarnya.
Baca Juga: Pejabat UIN KHAS Jember Digembleng Jadi Pemimpin Adaptif Melalui Workshop Kepemimpinan Strategis
Kiai akrab disapa Gus Rozaq ini berharap, ilmu yang diperoleh dari workshop bisa terus ditularkan kepada para murid. "Kita tidak boleh menutup mata dari kemajuan," imbuhnya.
Saat menyampaikan materi, Prof Keith Thong melakukan pemetaan tantangan sekolah modern yang harus mampu bergerak lebih cepat dibanding ekspektasi orang tua dan siswa.
"Sekolah harus hadir sebelum mereka bertanya. Ingat, saat ini siswa dan orang tua meneliti sekolah secara diam-diam dan jauh sebelum mereka memutuskan untuk mendaftar," ujarnya.
Dia lantas menjabarkan bagaimana kecerdasan buatan telah merambah kehidupan sehari-hari. "Mulai dari mobilitas otonom hingga ruang pintar, sehingga ruang kelas pun tidak boleh tertinggal," imbuhnya.
Artikel Terkait
Kokohkan Visi Mulia 'Seger Waras', SMKN 1 Klabang Bondowoso Gelar Workshop Deep Learning
Kemenag Kota Blitar Gelar Workshop, Tantang Guru Terbitkan Buku
Anak Muda Metro Bangkitkan Shopping Center yang Terlupakan, Workshop ITERA Dorong Aktivasi Ruang Kreatif