Minggu, 19 Juli 2026

Kemenag Kota Blitar Gelar Workshop, Tantang Guru Terbitkan Buku

Photo Author
As'ad Choirudin, Sketsa Nusantara
- Kamis, 16 April 2026 | 15:30 WIB
Narasumber pelatihan menulis buku, Prof. (HC). Dr. Muhammad Nur Alam Fajar Syam sedang menyampaikan materinya.  (SketsaNusantara.id)
Narasumber pelatihan menulis buku, Prof. (HC). Dr. Muhammad Nur Alam Fajar Syam sedang menyampaikan materinya. (SketsaNusantara.id)

 

SketsaNusantara.id - Pelatihan teknik menulis buku digelar Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Blitar selama Rabu dan Kamis, 15 -16 April 2026. Kegiatan diikuti sedikitnya 60 guru PAl dari jenjang PAUD, SD, SMP, SMA dan SMK.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Prof. (HC). Dr. Muhammad Nur Alam Fajar Syam. Workshop menargetkan para guru PAl memiliki bekal keterampilan menulis, khususnya dalam menyusun buku berstandar ISBN (International Standard Book Number).

Kepala Kemenag Kota Blitar, Dr. H. Mohammad Kanzul Fathon, melalui kegiatan ini berharap para guru PAl memiliki bekal keterampilan menulis yang memadai. Dia menekankan pentingnya kemampuan literasi bagi tenaga pendidik.

Baca Juga: Diberi Kejutan Prabowo Subianto di Prancis, Ulang Tahun Teddy Indra Wijaya Dirayakan di Hotel Rp232 Juta Per Malam

"Tidak hanya sebagai sarana pengembangan diri, tetapi juga sebagai kontribusi nyata dalam dunia pendidikan," ujarnya.

"Saya berharap Prof Alam bisa menularkan pengalaman dan kesuksesan dalam membuat karya tulis ataupun buku kepada para peserta,” imbuhnya.

Guru PAl, lanjutnya, memiliki potensi besar untuk menjadi penulis produktif karena kesehariannya tidak lepas dari proses pembelajaran dan pengayaan materi.

Baca Juga: ITB Minta Maaf soal Lagu Erika HMT, Akui Kelalaian dan Tarik Video dari Semua Akun Terafiliasi

"Dengan kemampuan menulis yang baik, guru PAl dapat menuangkan gagasan, pengalaman, serta inovasi pembelajaran ke dalam bentuk karya ilmiah maupun buku yang bermanfaat bagi masyarakat luas," tandasnya.

Kepala Perpustakaan Bung Karno Blitar, Nurny Syam, menyambut baik penyelenggaraan workshop tersebut. Dirinya berharap kegiatan ini mampu melahirkan generasi penulis baru dari kalangan guru.

"Harus diakui, kita sangat kekurangan penulis produktif,” jelasnya.

Baca Juga: Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Masuk Persidangan, Oditur Ungkap Motif Empat Anggota TNI

Keberadaan penulis dari guru, tambahnya, sangat penting untuk memperkaya literatur pendidikan. "

Khususnya yang berbasis nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal," imbuhnya.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X