Minggu, 19 Juli 2026

Temukan Metode Alam, Guru SMAN 4 Kota Blitar Raih Gelar Profesor HC

Photo Author
As'ad Choirudin, Sketsa Nusantara
- Senin, 6 April 2026 | 22:25 WIB
flayer ucapan dari Kemenag Jatim atas penganugerahan profesor HC yang diraih Dr Muhammad Nur Alam.   (SketsaNusantara.id)
flayer ucapan dari Kemenag Jatim atas penganugerahan profesor HC yang diraih Dr Muhammad Nur Alam. (SketsaNusantara.id)

 

SketsaNusantara.id - Muhammad Nur Alam Fajar Syam, guru SMAN 4 Kota Blitar, menorehkan prestasi membanggakan. Dia memperoleh gelar profesor honoris causa (Prof. HC) dari International Islamic University for Sharia and Sciences Mesir.

Pemberitahuan diterimanya pada Minggu 5 April 2026, malam. Dia sekarang menunggu keberangkatan ke Mesir untuk menerima anugerah tersebut.

Gelar itu diperoleh di bidang bahasa Arab setelah menemukan Metode Alam.

Baca Juga: Sienna Lepas Hijab saat Tinggal Bersama Ibu Kandung, Ben Kasyafani Pasang Badan Bela Marshanda

"Saya merasa sangat bersyukur dan tidak pernah menyangka akan mendapat gelar profesor honoris causa karena karya Metode Alam ini,” ujarnya dihubungi lewat telpon.

Dia berharap ke depan metode ini dapat disebarluaskan kepada seluruh umat Islam.

“Agar semakin banyak umat Islam yang bisa memahami bahasa Arab,” harapnya. “Sehingga mereka mudah memahami syariah agama Islam berdasarkan al-Qur’an dan sunnah,” imbuhnya.

Baca Juga: Hotman Paris Bela Pinkan Mambo yang Ngamen di Pinggir Jalan, Singgung Hujatan Publik dan Makna Kerja Keras di Tengah Sorotan

Pria berkacamata ini menjelaskan bahwa Metode Alam ini begitu efektif dan nyata dalam mengajarkan cara memahami nahwu dengan waktu yang sangat singkat. “Sehingga bisa menjadi alternatif metode belajar kaidah bahasa Arab,” ujarnya.

Metode ini, lanjutnya, terbukti sangat ajaib waktu belajarnya. “Karena untuk menyelesaikan level 0 yang setara dengan pembelajaran dua tahun di pondok bisa ditempuh hanya dalam waktu kurang dari dua hari saja,” imbuhnya bersemangat.

Materi pada Metode Alam ini diakui juga sangat lugas. “Karena to the point pada materi yang dibutuhkan para siswa untuk langsung memahami i’rab,” ucapnya.

Baca Juga: Bukan Hanya Rismon Sianipar, Jusuf Kalla Resmi Laporkan Sejumlah Pihak ke Bareskrim Polri, Ini Pasal-Pasal yang Disangkakan

Yang menarik lagi, imbuhnya, metode ini sangat menyenangkan dan tidak membosankan. “Semua ini diakui berkat gelombang cinta yang digunakan saat pembelajaran berlangsung,” imbuhnya.

Keunggulan utama dari metode ini diakuinya adalah sangat mudah dipahami oleh berbagai kalangan dan usia. Bahkan ada salah satu peserta yang berumur 10 tahun sudah mampu melakukan i’rab dasar dengan baik.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X