SketsaNusantara.id - Komitmen SMKN 1 Klabang Bondowoso untuk mewujudkan Seger Waras (Sekolah Gratis Kwalitas Teratas) kembali ditunjukkan hari ini, Jum’at 3 Januari 2025.
Sekolah yang beralamat di Jl. Blimbing No. 12 Klabang Bondowoso ini mengajak seluruh tenaga pendidiknya untuk mengupgrade diri melalui kegiatan workshop bertajuk peningkatan kualitas pembelajaran dengan deep learning.
Agenda yang diinisiasi komunitas belajar KOMPAS (Komunitas Praktisi Skanela) ini berlangsung seru di Aula Krida Widya Dharma.
Baca Juga: Gus Iqdam Pamer Lamborghini Saat Hadiri Pengajian di Jepara, Netizen Bongkar Pemilik Asli: Bupati...
Empat Pembicara yaitu Tri Andoko Pramono, ST, Agnes Feryza Widiyanti, S.Pd, Novie Ariyanti, S.Pd dan Diny Rosita Hidayati, S.Pd berkolaborasi untuk menggerakkan guru dalam menciptakan pembelajaran yang berkesadaran penuh (mindful learning), bermakna (meaningful learning) dan menyenangkan (meaningful) bagi siswa-siswi SMKN 1 Klabang.
Kepala SMKN 1 Klabang Daris Wibisono Setiawan menegaskan pentingnya peran guru dalam penerapan deep learning di kelas.
Sesuai dengan arahan Mendikdasmen, kata dia, guru bisa menerapkan deep learning sebagai sebuah pendekatan pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik dengan kebutuhannya yang beragam.
Baca Juga: Hotel Java Lotus Tunggak Pajak Rp 3,8 Miliar Selama 2 Tahun, DPRD Jember Beri Ultimatum Tegas
“Deep Learning menuntut perubahan mindset guru yang tidak lagi hanya bertugas pemberi materi. Tetapi, sebagai fasilitator siswa agar siswa dapat belajar dengan sepenuh hati, bermakna, dan bahagia” ujar Daris dalam paparanya.
Sejumlah 36 tenaga pendidik SMKN 1 Klabang mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Mereka tidak hanya mendengarkan materi yang disampaikan.
Akan tetapi juga mempraktekkan merancang sebuah aktivitas pembelajaran yang mindful, meaningful dan bermakna dalam sebuah kelompok.
Baca Juga: Pelantikan Bupati Jember Ditunda, Menunggu MK Prioritaskan Penyelesaian Sengketa Hasil Pemilu
Tiga kelompok yang terbentuk berhasil menyusun rancangan tersebut dalam waktu 5 menit. Setelah itu, mereka mempraktekkan rancangan aktivitas yang telah disusun secara bergantian.
Kelompok 1 menampilkan aktivitas bertajuk ganjil-genap. Aktivitas kelompok 2 berjudul tiga-tujuh dan kelompok terakhir menampilkan aktivitas untuk belajar tentang paragraf. Setelah tampil semua peserta diminta untuk merefleksikan kegiatan tersebut.
Artikel Terkait
Perseteruan Jokowi Vs PDI Perjuangan dan Hasto, Menganggu Kinerja Presiden Prabowo? Connie Bakrie: Nggak Kasihan...
UN Kembali Diadakan Mulai 2026, Intip Sejarah dan Perkembangan Ujian Nasional di Indonesia yang Kerap Mengalami Perubahan dari Tahun ke Tahun
4 Tahun Berjuang, Warga Pemalang Ini Ingin Uangnya Rp900 Juta Kembali Usai Dijanjikan 2 Anaknya Lolos Bintara Polisi
Menteri Keuangan Sri Mulyani Menyasar Kepada Anak-Anak SD, Harus Belajar Dunia Saham Sejak Dini, Kenapa?
Siapa Rudi S Gani? Profil Pengacara dari Sulawesi Selatan yang Jadi Korban Penembakan OTK, Buah Hatinya Menangis Pilu