“Kami belajar pentingnya kolaborasi lintas disiplin dan bagaimana berpikir secara global dalam menghadapi isu ilmiah yang kompleks. Selain itu, kami juga belajar mengelola proyek dengan efisien dalam waktu singkat dan membuat keputusan berbasis data secara cepat,” ungkapnya.
Mengikuti kompetisi global sebesar ini memberikan pengalaman berharga bagi setiap anggota tim. Mereka belajar pentingnya efisiensi waktu, kemampuan komunikasi, pengambilan keputusan berbasis data, serta berpikir secara global dalam menghadapi isu-isu ilmiah yang kompleks.
“Kami ingin menunjukkan bahwa kemampuan yang dipelajari di kampus dapat diterapkan secara nyata untuk memecahkan masalah dunia,” tutupnya.
Keberhasilan ini sekaligus menunjukkan bahwa pendidikan di Indonesia, khususnya di perguruan tinggi teknik, mampu menghasilkan generasi muda yang siap memberikan kontribusi terhadap kemajuan sains dan teknologi global.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Babak Baru Polemik Lahan Pemandian Patemon Tanggul Jember, Kuasa Hukum Ahli Waris: Sudan Ada Titik Temu
Sengketa Lahan Pemandian Patemon Tanggul, DPRD Jember Sebut BPKAD Akui Tak Bisa Tunjukkan Dokumen Aset
Pemkab Jember Bulog Distribusikan Bantuan Pangan Periode Oktober hingga November 2025
Ramai Disorot, Dokter Kandungan Ini Tanggapi Kisah Dokter Gia Pratama Soal Rahim Copot: Karena Secara Anatomi
Saluran Irigasi Pertanian Tertutup Bangunan, DPRD Jember Segera Panggil Pengembang Perumahan