SketsaNusantara.id - Media sosial sempat dibuat heboh oleh pernyataan dokter Gia Pratama, salah satu tamu dalam podcast Raditya Dika beberapa waktu lalu.
Dalam podcast yang diunggah tanggal 7 November 2025 tersebut, dokter Gia Pratama sempat menceritakan kisah tentang ‘rahim copot’.
Cerita pengalaman pribadinya tersebut sontak menarik perhatian netizen, termasuk juga sesama rekan sejawatnya.
Kepada Raditya Dika, dokter Gia mengatakan dirinya pernah didatangi seorang pria yang membawa kantung kresek pada saat dirinya bertugas di salah satu rumah sakit di Jawa Barat.
Pria tersebut membawa kantung kresek kepada dokter Gia untuk bertanya lebih lanjut tentang isi di dalamnya.
Saat dicek, dokter Gia mengatakan isi dari kantung kresek terebut merupakan rahim.
Baca Juga: Kebahagiaan Dokter Boyke Menyambut Keberhasilan Menantu Raih Gelar Spesialis Psikiatri di FKUI
Rahim tersebut diduga terlepas dari seorang perempuan yang baru saja melahirkan anaknya melalui bantuan dukun beranak.
Kisah tentang ‘rahim copot’ dokter Gia itu menarik perhatian salah satu dokter kandungan bernama Kiko Marpaung.
Dokter spesialis kandungan yang berpraktik di RS. Yadika Pondok Bambu, RS Siloamg Mampang dan RS Karunia Kasih ini memberikan penjelasan kepada netizen yang bertanya perihal rahim copot.
Lewat unggahan di akun Instagramnya @dok.kiko pada 13 November 2025, dokter Kiko menilai kondisi tersebut mustahil terjadi.
Menurut Dokter Kiko, sebuah rahim tidak mungkin lepas begitu saja karena ditopang oleh ligamen yang kuat.
Artikel Terkait
Gus Elham Kembali Sampaikan Permintaan Maaf Usai Dapat Teguran dari Kemenag hingga Disorot MUI, Wajah Pucat hingga Mata Sayu Jadi Gunjingan Warganet
Minibus Pembawa Uang Isi Ulang ATM Rp 4,6 Miliar Hangus Terbakar di Polewali Mandar, Begini Kronologinya
Senyum Lebar Roy Suryo Tidak Ditahan, Refly Harun Tiba-tiba Tampil Sebagai Juru Bicara
Badai Geomagnetik Kuat Kembali Menghantam Bumi, BMKG Jelaskan Penyebab hingga Dampaknya bagi Indonesia, Benarkah Jadi Pemicu Cuaca Ekstrem?
Sengketa Lahan Pemandian Patemon Tanggul, DPRD Jember Sebut BPKAD Akui Tak Bisa Tunjukkan Dokumen Aset