“Rahim itu tidak mungkin copot begitu saja. Karena secara anatomi yang normal itu dia dipegang oleh beberapa ligamen, atas, tengah, bawah, kanan dan kiri,” kata Dokter Kiko seperti dikutip SketsaNusantara.id.
Dokter Kiko menambahkan, rahim hanya bisa copot jika dilakukan dengan prosedur menggunakan gunting yang tajam.
“Ligamen itu sangat kuat...Itu susah copotnya, harus pakai gunting tajam,” lanjutnya.
Ia juga mengungkapkan, seorang pasien yang mengalami kondisi tersebut sudah dapat dipastikan tidak akan selamat karena akan mengalami pendarahan hebat.
Baca Juga: Belum Puas, Kuasa Hukum Reza Gladys Sebut Sedang Incar Oknum Berinisial 'O', Dokter Oky?
“Belum lagi ada pembuluh darah di atas, bawah, kanan, kiri, arteri vena, yang kalau putus itu akan menyebabkan kehilangan darah dalam waktu singkat dan sangat banyak..sehingga nyawa pasien bisa melayang,” tambahnya.
Pernyataan dokter Kiko bertolak belakang dengan kisah pasien dalam cerita yang disampaikan dokter Gia yang masih bernafas saat dibawa ke rumah sakit meski dengan kondisi tekanan darah sangat rendah.
Ia pun kembali menegaskan, secara logika dan teori, insiden rahim copot ini juga mustahil terjadi tanpa adanya prosedur operasi.
“Jadi itu hal yang nggak mungkin secara teori,” imbuhnya.
Dokter Kiko juga mengungkapkan, jika menghadapi situasi seperti yang dialami dokter Gia, ia mengaku tidak akan spontan menyebut benda dalam kresek tersebut adalah rahim.
“Saya sebagai dokter. dibawain kantong kresek isinya sesuatu yang tampaknya seperti rahim, saya nggak akan langsung spontan ih ini mah rahim, gitu kan,” sebutnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Gus Elham Kembali Sampaikan Permintaan Maaf Usai Dapat Teguran dari Kemenag hingga Disorot MUI, Wajah Pucat hingga Mata Sayu Jadi Gunjingan Warganet
Minibus Pembawa Uang Isi Ulang ATM Rp 4,6 Miliar Hangus Terbakar di Polewali Mandar, Begini Kronologinya
Senyum Lebar Roy Suryo Tidak Ditahan, Refly Harun Tiba-tiba Tampil Sebagai Juru Bicara
Badai Geomagnetik Kuat Kembali Menghantam Bumi, BMKG Jelaskan Penyebab hingga Dampaknya bagi Indonesia, Benarkah Jadi Pemicu Cuaca Ekstrem?
Sengketa Lahan Pemandian Patemon Tanggul, DPRD Jember Sebut BPKAD Akui Tak Bisa Tunjukkan Dokumen Aset