NASA bersama para astronom kini menunggu citra terbaru dari wahana pengorbit Bulan untuk memastikan lokasi pasti serta ukuran kawah yang terbentuk akibat tumbukan tersebut.
Apakah Benturan Roket SpaceX Berdampak bagi Bumi?
Meski terdengar mengejutkan, tabrakan tersebut bukan bagian dari eksperimen yang direncanakan.
Menurut para ilmuwan, tumbukan terjadi secara tidak sengaja setelah lintasan roket berubah akibat pengaruh gravitasi Matahari, Bulan, dan Bumi selama mengembara di luar angkasa.
Namun, peristiwa tersebut justru dimanfaatkan sebagai objek penelitian. Kawah baru yang terbentuk memungkinkan para peneliti mempelajari bagaimana permukaan Bulan bereaksi terhadap tumbukan benda berkecepatan tinggi, termasuk proses pembentukan kawah dan penyebaran material atau debu bulan.
Baca Juga: Fakta Menarik Bulan Purnama Pertama di Tahun 2026, Kenapa Disebut Wolf Moon?
Selain itu, kejadian ini juga menjadi bahan evaluasi mengenai meningkatnya sampah antariksa yang berpotensi memengaruhi berbagai misi eksplorasi Bulan di masa mendatang.
Banyak masyarakat khawatir tumbukan tersebut dapat memengaruhi kondisi Bumi. Namun, para ahli memastikan bahwa tumbukan roket SpaceX di permukaan Bulan tidak memiliki dampak berbahaya bagi Bumi.
Dilansir SketsaNusantara.id dari situs resmi NASA, Bulan memiliki massa sekitar 7,35 × 10²² kilogram, sedangkan tahap atas roket Falcon 9 hanya berbobot sekitar empat ton.
Perbedaan massa yang sangat besar membuat tumbukan tersebut tidak cukup kuat untuk mengubah orbit Bulan maupun memengaruhi gaya gravitasi yang dirasakan Bumi.
Dengan kata lain, tabrakan tersebut tidak akan menyebabkan Bulan bergeser, dan tidak memicu bencana di Bumi. Dampaknya hanya bersifat lokal di permukaan Bulan berupa terbentuknya kawah baru yang kemudian menjadi objek penelitian bagi para ilmuwan.
Kejadian ini sekaligus menjadi evaluasi untuk mengetahui dampak meningkatnya sampah antariksa terhadap misi eksplorasi Bulan di masa depan.
Meski dipastikan tidak membahayakan Bumi, peristiwa ini tetap memancing perdebatan di media sosial.
Sebagian warganet menganggap tumbukan tersebut sebagai bentuk pencemaran ruang angkasa, yang dianggap membawa kerusakan terhadap permukaan Bulan.
Artikel Terkait
Unik, NASA Ungkap Terjadinya Fenomena Langka 'Smiley Face' yang Bisa Dilihat 25 April 2025, Penampakan dari Indonesia Bakal Jadi 'Sad Face'?
Mahasiswa STEI ITB Raih Tiga Penghargaan di NASA International Space Apps Challenge 2025 Melalui Proyek AIM-X
Ahli Astronomi Sebut Benda Bercahaya di Langit Lampung adalah Sampah Antariksa, Apa Itu? Berikut Ini Jenis dan Bahayanya
Kru Astronot yang Mengelilingi Bulan dalam Misi Artemis II Sudah Kembali ke Bumi, NASA: Mendarat di Perairan Lepas Pantai San Diego
5 Fakta Menarik Hujan Meteor Lyrids April 2026, Fenomena Antariksa yang Sudah Pernah Muncul Sejak 687 SM, Kini Bisa Dilihat dengan Jelas di Indonesia!