Senin, 13 Juli 2026

DPRD Jember Pelajari TPST BLE Banyumas, Solusi Atasi Darurat Sampah di TPA

Photo Author
Angga Juli Setiawan, Sketsa Nusantara
- Jumat, 22 Mei 2026 | 21:55 WIB
Proses pengolahan sampah di TPST BLE Banyumas. (Dok DPRD Jember)
Proses pengolahan sampah di TPST BLE Banyumas. (Dok DPRD Jember)

SketsaNusantara.id - DPRD Jember melakukan studi ke Kabupaten Banyumas untuk melihat pengeloaan sampah terpadu berwawasan lingkungan dan edukasi (TPST BLE).

Kunjungan ini dimaksudkan untuk belajar terkait dengan pengelolaan sampah, hingga bisa bernilai ekonomis bagi masyarakat.

Anggota Komisi A DPRD Jember Tabroni mengatakan, TPST BLE di Kabupaten Banyumas ini sebagai rujukan Pemerintah Kabupaten Jember yang saat ini tengah menghadapi persoalan sampah.

Baca Juga: Belasan Siswa TK dan PAUD Keracunan MBG, Ketua Fraksi NasDem DPRD Jember David: Cabut Izin SPPG Nakal

"TPST BLE ini menjadi salah satu lokasi yang mendapatkan nilai terbaik tingkat nasional dalam pengelolaan sampah," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat 22 Mei 2026.

Dari hasil diskusi bersama kepala UPT TPSP BLE ini, Tabroni menceritakan telah mendapatkan berbagai gambaran terkait pengelolaan sampah mulai dari hulu hingga hilirnya.

"Kemarin kami berdiskusi dan melihat alat yang mereka gunakan, di sini kami mendapatkan banyak gambaran dan proses pengelolaan mereka bisa terbaik ternyata telah melalui proses yang panjang," imbuhnya.

Baca Juga: Anggota DPRD Jember Bongkar Alasan Main Game Saat Rapat: Lupa Kasih Makan Sapi

Sejak tahun 2017 Kabupaten Banyumas telah membentuk Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dan mulai mendirikan TPST BLE ini.

"Mereka juga ternyata mendapatkan bantuan APBN berupa alat pengolahan sampah, dan baru bisa berjalan tahun 2021 hingga sekarang," ungkapnya.

Tabroni menyampaikan, dalam pengelolaan sampah ini tidak bisa dilakukan seperti membalikkan telapak tangan, tetapi harus dilakukan step by step.

Baca Juga: TPA Pakusari Over Capacity, DPRD Jember Ungkap Ancaman Sampah Menumpuk di Jalan dan Sungai

"Jadi mereka dari awal sekali mendorong kesadaran masyarakat dan memberikan sosialisasi terus menerus, untuk bisa mulai memilah sampah rumah tangga (hulu) yakni sampah organik, anorganik hingga B3," jelasnya.

Jika kesadaran dalam memilah sampah ini sudah berjalan, ia menyampaikan bahwa KSM yang ada di Banyumas ini akan mulai mengambil sampah rumah tangga tersebut untuk diolah.

Halaman:

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X