Senin, 13 Juli 2026

Sederet Fakta Dugaan Ancaman Bom di SDN Srengseng Sawah Jagakarsa Jaksel: Polisi Akhirnya Tangkap Terduga Pelaku Teror, Apa Motifnya?

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Senin, 13 Juli 2026 | 18:30 WIB
Potret SDN Srengseng Sawah 15 Pagi di Jagakarsa, Jaksel dalm kondisi steril di tengah pemeriksaan polisi usai mendapat ancaman bom  (Instagram/jabodetabek24info)
Potret SDN Srengseng Sawah 15 Pagi di Jagakarsa, Jaksel dalm kondisi steril di tengah pemeriksaan polisi usai mendapat ancaman bom (Instagram/jabodetabek24info)

SketsaNusantara.id - Teror ancaman bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, ramai menjadi perhatian publik karena terjadi bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah.

Pada hari Senin, 13 Juli 2026, suasana Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang seharusnya berlangsung penuh semangat, mendadak berubah mencekam setelah pihak sekolah menerima pesan ancaman bom dari orang tak dikenal.

Insiden ini sempat memicu kekhawatiran publik hingga seluruh siswa dievakuasi dan kegiatan sekolah dihentikan sementara demi keamanan.

Baca Juga: Heboh! Siswa SD di Jagakarsa Dievakuasi Akibat Dugaan Ancaman Bom pada Hari Pertama Sekolah, Polisi Turun Tangan, Benarkah Cuma Hoaks?

Berikut sederet fakta penting di balik dugaan ancaman bom yang menggemparkan warga Jakarta Selatan dihimpun SketsaNusantara.id dari berbagai sumber:

1. Kronologi Kejadian

Kabar ini mencuat setelah video detik-detik penelusuran bom di sekitar lokasi menyebar di media sosial. Akun Instagram @jakartaselatan24jam mengungkap kronologi peristiwa ini yang bermula sekitar pukul 07.30 WIB.

Saat itu ratusan siswa baru, guru, dan orang tua murid tengah melaksanakan upacara bendera di lapangan sekolah. Namun, sebuah pesan singkat bernada ancaman bom masuk via WhatsApp pribadi ke ponsel salah satu guru dan petugas Tata Usaha (TU).

Usai upacara selesai, pihak sekolah baru menyadari adanya pesan tersebut dan segera melaporkannya kepada kepolisian.

2. Tim Gabungan hingga Anjing Pelacak K-9 Dikerahkan Menyisir Lokasi

Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak kepolisian langsung melakukan sterilisasi  area sekolah dengan menerjunkan tim gabungan.

Sejumlah personel dari Polsek Jagakarsa dan Polres Metro Jakarta Selatan, Tim Gegana Brimob Polri, anggota TNI, hingga unit anjing pelacak (K-9) dikerahkan ke lokasi untuk menyisir setiap sudut bangunan sekolah.

3. Pelaku Klaim Pasang Bom di 11 Titik, Hasil Pemeriksaan Nihil

Dalam pesan terornya, pelaku mengklaim telah memasang bahan bom peledak di 11 titik berbeda di lingkungan sekolah. Hal ini membuat Tim Gegana melakukan pemeliksaan menyeluruh, memeriksa seluruh ruang kelas, ruang guru, hingga  toilet dan area halaman sekolah.

Halaman:

Editor: Mila Zhely Nurul Hidayah

Sumber: Instagram @jabodetabek24info

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X