Senin, 13 Juli 2026

Tinjau Perbaikan Saluran Irigasi di Jenggawah, Bupati Jember Gus Fawait Bakal Optimalisasi 7.070 Hektare Lahan Pertanian pada 2026

Photo Author
M Purnomo, Sketsa Nusantara
- Senin, 13 Juli 2026 | 19:29 WIB
Bupati Jember Gus Fawait saat tinjau lokasi. (M Purnomo/SketsaNusantara.id)
Bupati Jember Gus Fawait saat tinjau lokasi. (M Purnomo/SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id – Pemerintah Kabupaten Jember kian serius membenahi infrastruktur sektor agraria guna mendongkrak ketahanan pangan lokal.

Keseriusan ini ditunjukkan langsung oleh Bupati Jember, Gus Fawait, saat meninjau proyek restorasi jaringan irigasi di wilayah Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah, pada Senin 13 Juli 2026.

Di sela-sela kunjungannya, Gus Fawait menyampaikan bahwa pemerintah daerah tengah gencar memacu produktivitas sektor pertanian.

Baca Juga: Tinjau Lokasi Food Street di Jalan Kartini, Bupati Jember Gus Fawait Pastikan Penataan Kuliner Bakal Rampung Akhir Tahun 2026

Strategi utamanya berfokus pada efisiensi pemanfaatan lahan serta pembenahan fasilitas pengairan secara masif di seluruh wilayah Jember.

Sebagai langkah awal, Pemkab Jember saat ini sedang menggarap proyek percontohan optimalisasi lahan seluas 20 hektare di kawasan Desa Wonojati.

Program itu merupakan bagian dari cetak biru pembangunan infrastruktur tani berkelanjutan yang bergulir sepanjang tahun 2025 hingga 2026.

Baca Juga: Ribuan PPPK Apresiasi Gus Fawait yang Garansi Perpanjangan Kontrak

"Untuk kalender anggaran 2026, target perluasan area optimalisasi lahan kami canangkan menembus angka 7.070 hektare.

Program pendukung lainnya mencakup pembuatan sistem pengairan berbasis pompa (Irpom) di hampir 100 lokasi, serta pembagian alat dan mesin pertanian (alsintan)," papar Gus Fawait.

Guna memuluskan target ambisius tersebut, anggaran sebesar Rp 312 miliar telah dikucurkan untuk dua tahun anggaran (2025–2026).

Baca Juga: Tinjau Lokasi Pembangunan Sekolah Rakyat, Bupati Jember Gus Fawait: Kualitas dan Fasilitas Lengkap, untuk Warga Miskin Ekstrem

"Dana fantastis ini dialokasikan penuh agar seluruh fasilitas penunjang pertanian milik warga bisa beroperasi secara maksimal," ulasnya.

Uniknya, pelaksanaan seluruh proyek fisik ini sengaja mengadopsi konsep swakelola yang melibatkan warga lokal secara langsung. Lewat model padat karya ini, Gus Fawait optimistis perbaikan fasilitas tani tersebut tidak hanya membenahi infrastruktur yang rusak.

Halaman:

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X