Sabtu, 18 Juli 2026

Buka Rute Surabaya-Jember PP, Bupati Gus Fawait Fokus Bangun Ekosistem Penerbangan di Bandara Notohadinegoro

Photo Author
Angga Juli Setiawan, Sketsa Nusantara
- Senin, 1 Juni 2026 | 15:09 WIB
Bupati Jember Gus Fawait saat dikonfirmasi. (Angga Juli Setiawan/SketsaNusantara.id)
Bupati Jember Gus Fawait saat dikonfirmasi. (Angga Juli Setiawan/SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id - Pembukaan rute penerbangan baru yakni, Surabaya-Jember PP dari Bandara Notohadinegoro diharapkan bisa menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi.

Hal ini disampaikan oleh Bupati Jember Muhammad Fawait saat dikonfirmasi di Bandara Notohadinegoro, Senin, 1 Juni 2026.

"Dengan adanya pembukaan rute baru ini, menjadi langkah strategis dalam membuka peluang untuk peningkatan investasi yang masuk ke Jember, sehingga membantu dalam pengentasan kemiskinan," ujarnya.

Baca Juga: Buka Rute Penerbangan Surabaya-Jember PP, Bupati Gus Fawait: Terhubung ke 22 Kota Domestik dan Luar Negeri

Gus Fawait mengatakan, dalam mendukung upaya tersebut maka perlu langkah dalam pengembangan Bandara Notohadinegoro ke depannya.

"Memang kami tengah berkomunikasi intens dengan pemerintah pusat, salah satunya persoalan pembangunan Bandara Notohadinegoro," ungkapnya.

"Tetapi, untuk fokus tahun ini masih berkutat pada pelebaran jalan dari Kecamatan Tanggul hingga perempatan Mangli, dan juga pembuatan flyover," imbuhnya.

Baca Juga: Menjamur Tambak Udang di Bibir Pantai Selatan, Bupati Jember Gus Fawait Menduga Banyak yang Tak Miliki Izin

Kendati demikian, Gus Fawait berkomitmen untuk membenahi Bandara Notohadinegoro agar fasilitasnya lebih lengkap dan bisa memberikan kenyamanan bagi penumpang.

"Setelah urusan jalan ini selesai baru kita kerahkan perbaikan bandara kita ini," terangnya.

Ia menegaskan, meskipun kondisi Bandara Notohadinegoro kecil tetapi aktivitas penerbangan sudah lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumya.

Baca Juga: Proyek Pembangunan JLS Dimulai 2026, Bupati Jember Gus Fawait Prediksi Geliat Ekonomi Bakal Tumbuh

"Sekarang kita fokuskan dulu pada aktivitas penerbangannya, jadi soal fasilitas ini bukan soal besar dan kecil tetapi pada aktivitas di dalamnya," lanjutnya.

"Dengan kata lain, ini kita bangun ekosistem di dalamnya dulu, karena jika aktivitasnya rendah maka akan sulit ke depannya," jelasnya.

Halaman:

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X