Setelah dilakukan penyisiran intensif selama lebih dari dua jam, polisi memastikan bahwa informasi tersebut tidak benar dan ada indikasi penyebaran berita palsu (hoaks) karena tidak ditemukan satu pun bahan peledak atau benda mencurigakan di lokasi.
"Sudah kami cek di sekolahnya, dan (informasi) itu tidak benar," ungkap Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi, dalam keterangannya pada awak media.
Meski demikian, aparat keamanan tetap melakukan penyisiran ke dalam area sekolah hingga mengerahkan anjing pelacak ke sekitar lokasi.
"Untuk sementara ini belum ada (temuan lain). Namun demikian, dari tim Gegana masih bekerja. Kita tunggu saja untuk selanjutnya, ya mudah-mudahan, kita berdoa tidak ada hal yang tidak diinginkan," ucap Nurma.
4. Kegiatan MPLS Dibubarkan, Kegiatan Sekolah Dihentikan Sementara
Demi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan serta menjaga kondisi psikologis para siswa yang syok, pihak sekolah akhirnya membubarkan kegiatan MPLS bagi siswa baru dan seluruh aktivitas belajar mengajar pada hari itu langsung dihentikan.
Dalam video yang diunggah di akun Instagram @jabodetabek24jam, seluruh siswa beserta para guru dievakuasi. Para siswa kemudian diminta pulang bersama orang tua masing-masing, sementara kegiatan belajar mengajar dilanjutkan setelah situasi dipastikan aman.
5. Polisi Sudah Tangkap Pelaku Teror: Ternyata Warga Sekitar
Ditreskrimum Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan bergerak cepat memburu pelaku hingga berhasil mengantongi identitas pelaku di balik nomor WhatsApp yang mengirim ancaman tersebut.
Terbaru, aparat kepolisian sudah menangkap terduga pelaku yang kini tengah menjalani pemeriksaan terutama untuk mengetahui motif pelaku mengirimkan pesan teror.
"Pelaku ancaman teror yang terjadi (di SDN Srengseng Jagakarsa), satu orang inisial MY sudah diamankan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, dalam keterangan resmi yang diunggah di situs Tribratanews Polri pada hari Senin, 13 Juli 2026.
"Kasus ini masih dalam pendalaman penyidik, terkait tujuan dan motif dari pelaku yang bersangkutan. Belum diketahui apa alasannya, namun bisa dipastikan pelaku merupakan warga yang beralamat di sekitar lokasi kejadian sekolah," ungkapnya.
Hingga kini, penyidik masih mendalami motif di balik aksi teror tersebut. Sementara itu, hasil penyisiran yang dilakukan tim gabungan selama sekitar 4 jam memastikan tidak ditemukan bahan peledak maupun benda mencurigakan di lingkungan sekolah sehingga ancaman tersebut dipastikan merupakan informasi palsu.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Kisah Bocah SMP Asal Ambulu Jember yang Jadi Teroris dan Pandai Bikin Bom
Viral Penumpang Teriak Ada Bom yang Mengganggu Penerbangan Lion Air, Kemenhub Kenakan Sanksi Tegas bagi Pelaku Penyebar Info Palsu, Ini Dasar Hukumnya
Ledakan di Masjid SMAN 72 Kelapa Gading, Kapolda Metro Jaya Turunkan Penjinak Bom hingga Ungkap Jumlah Korban
CEK FAKTA! Benarkah Eks Menkes Siti Fadilah Supari Nyaris Tewas Karena Ledakan Bom di Tol Jakarta-Cikampek?
Ngeri! Detik-Detik Terjadi Ledakan di Biak Numfor Papua, Diduga Bom Sisa Perang Dunia II Meledak di Area Pemukiman Warga, Begini Kronologinya