SketsaNusantara.id - Linimasa media sosial belakangan ini dihebohkan dengan peristiwa ledakan dahsyat di kawasan pemukiman penduduk, tepatnya di Kompleks Perikanan, Jalan Wolter Monginsidi, Kampung Yenures, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua.
Ledakan terjadi pada hari Minggu, 31 Mei 2026 yang sempat terekam kamera CCTV di area Pelabuhan dan suara dentumannya terdengar dari jauh hingga radius beberapa kilometer.
Gelombang kejut ledakan meratakan sekitar 6 hingga 10 rumah panggung semipermanen di sekitat lokasi dalam hitungan detik. hingga dilaporkan 5 orang meninggal dunia, sementara 3 korban lainnya hilang dan masih dalam pencarian.
Tragedi ini tak hanya menjadi pusat perhatian dan ramai jadi perbincangan masyarakat di Indonesia, tetapi juga jadi sorotan media asing. Ucapan belasungkawa pun berseliweran di media sosial, meski kejadian ini tak sedikit pula yang memantik rasa penasaran publik mengenai jejak historis di wilayah tersebut.
Salah satu warganet yang tinggal di Papua mengungkap fakta bahwa di beberapa daerah termasuk Pulau Biak ternyata menyimpan jejak historis Perang Dunia II.
"Kami di wilayah Papua banyak amunisi dan bom aktif sisa Perang Dunia ke-2 yang masih tertimbun di dalam tanah khususnya di daerah yang dulunya menjadi pangkalan militer besar seperti Biak, Jayapura, dan Sarmi," tulis salah satu warganet pemilik akun Instagram @saya.george pada hari Minggu, 31 Mei 2026.
Akun tersebut menjelaskan bahwa Papua dulunya merupakan medan pertempuran sengit pada masa perang dunia ke-2 antara pasukan Sekutu (Amerika Serikat) dan tentara Jepang pada tahun 1944.
Tak heran jika masih ditemukan sisa-sisa amunisi termasuk bom sisa Perang Dunia II di wilayah tersebut dan ternyata masih menyimpan daya ledak tinggi.
"Sekalipun mortir, granat, dan proyektil peluru itu sudah terkubur puluhan tahun, tapi harus diketahui bahwa sebagian besar amunisi ini masih memiliki daya ledak tinggi dan sangat berbahaya," ujarnya.
Dilansir SketsaNusantara.id dari situs Arkeologi Oxford, dijelaskan bahwa Biak menjadi lokasi strategis militer Jepang karena punya posisi penting di Teluk Cenderawasih dan jalur menuju Filipina serta Pasifik Barat.
Letaknya strategis menjadi alasan Biak dijadikan Markas Pertahanan Jepang. Militer Jepang membangun banyak pangkalan udara, bunker, gudang amunisi, hingga pertahanan bawah tanah.
Dulu, Biak merupakan markas pertahanan udara utama Kekaisaran Jepang di Pasifik Selatan dengan kekuatan lebih dari 10.000 prajurit.
Artikel Terkait
Kronologi Ledakan Amunisi Tak Layak Pakai di Garut, 4 Anggota TNI AD dan 9 Warga Sipil Jadi Korban, Apa Penyebabnya?
Sebut Kecelakaan Kerja, Gubernur Jawa Barat Tanggung Anak-Anak Korban Ledakan Amunisi Garut hingga Kuliah
Nekat Bikin Mercon Rakitan, 3 Remaja di Grobogan Jadi Korban Ledakan Petasan hingga Dilarikan ke Rumah Sakit
Heboh! Ledakan di Masjid Pesona Regency Patrang, Jember Kejutkan Jemaah Tarawih, Plafon hingga Lemari Hancur
Deretan Fakta Insiden Kebakaran Warung Gorengan di Kecamatan Jelbuk, Jember, Sempat Terdengar Ledakan?
5 Fakta Ledakan di Perbatasan Surabaya-Sidoarjo, Sejumlah Rumah Warga Rusak dan 1 Orang Meninggal Dunia Diduga Akibat Kecelakaan Kerja di Pabrik Baja