SketsaNusantara.id – Liburan sekolah 2026 telah tiba. Kabupaten Mojokerto memiliki beragam destinasi wisata yang memadukan nilai sejarah, budaya, dan hiburan keluarga. Salah satu yang cukup menarik perhatian wisatawan adalah Wisata Desa BMJ Mojopahit yang berada di wilayah Randugenengan, Kecamatan Dlanggu.
Destinasi ini mengusung konsep desa budaya yang terinspirasi dari kejayaan Kerajaan Majapahit. Pengunjung tidak hanya disuguhkan berbagai wahana rekreasi, tetapi juga dapat merasakan atmosfer sejarah yang kental sejak pertama kali memasuki kawasan wisata.
Berdasarkan informasi yang dibagikan melalui akun Instagram @wisatadesa.dlangu, Wisata Desa BMJ Mojopahit dirancang sebagai ruang wisata keluarga yang menghadirkan unsur budaya Majapahit dalam berbagai sudut kawasan.
"Desa BMJ Mojopahit merupakan destinasi wisata berkonsep desa budaya yang menghadirkan nuansa Majapahit dalam suasana rekreasi keluarga," tulis akun Instagram @wisatadesa.dlangu.
Salah satu ikon utama yang menjadi daya tarik pengunjung adalah Patung Maha Patih Gajah Mada berukuran raksasa. Patung tersebut berdiri megah dengan tinggi mencapai 23 meter dan menjadi landmark yang mudah dikenali dari kejauhan.
Keberadaan patung itu tidak hanya menjadi simbol penghormatan terhadap tokoh penting dalam sejarah Nusantara, tetapi juga menjadi spot favorit wisatawan untuk berfoto. Patung tersebut diketahui diresmikan pada 8 Desember 2019 oleh Raja Ida Tjokorda Denpasar IX, Ida Tjokorda Ngurah Jambe Pemecutan.
Menariknya, berdasarkan informasi yang dimuat oleh situs pengelola wisata cokelat Mojopahit, patung tersebut pernah memperoleh penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai patung Gajah Mada terbesar dan tertinggi.
Selain menawarkan wisata sejarah dan budaya, Desa BMJ Mojopahit juga menyediakan beragam wahana permainan yang dapat dinikmati seluruh anggota keluarga. Mulai dari taman bermain anak, kolam renang untuk anak dan dewasa, sepeda air, flying fox, water boom hingga area outbound tersedia dalam satu kawasan.
Keberagaman wahana tersebut membuat lokasi ini menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin berlibur tanpa harus berpindah-pindah tempat.
Pengelola juga melengkapi kawasan wisata dengan berbagai fasilitas penunjang seperti area parkir luas, toilet, mushala, serta sejumlah titik istirahat yang dirancang untuk memberikan kenyamanan kepada pengunjung.
Tidak hanya berfokus pada hiburan, Desa BMJ Mojopahit turut menghadirkan sarana edukasi melalui fasilitas pengolahan cokelat. Di lokasi ini, pengunjung dapat mengenal lebih dekat proses budidaya tanaman kakao hingga tahapan pengolahan menjadi produk siap konsumsi.
Artikel Terkait
Turut Jaga Inovasi Ekonomi Lokal Melalui Desa BRILian, Wisata Lontar Sewu Bertahan di Tengah Munculnya Pesaing
5 Fakta Mengejutkan Tragedi Laka Tunggal Jip Wisata Gunung Bromo: Sopir dan 1 Wisatawan Asal Semarang Meninggal Dunia, Begini Kronologinya
7 Bangunan Bersejarah di Kota Surabaya Ini Cocok untuk Wisata Edukasi dan Spot Foto, Ada Kota Lama dan House of Sampoerna yang Instagramable
Tak Banyak yang Tahu, 2 Lokasi Wisata Bersejarah Ini Disebut Menjadi Saksi Awal Lahirnya Gagasan Pancasila
Libur Tahun Baru Islam Mau ke Mana? Ini 7 Destinasi Wisata Religi Bersejarah di Indonesia yang Cocok Dikunjungi Bersama Keluarga
Tak Sekadar Tempat Liburan, Desa Wisata Kaki Langit Mangunan Punya Filosofi Mendalam dan Daya Tarik yang Jarang Diketahui