Minggu, 19 Juli 2026

Ledakan Dahsyat di Papua Jadi Sorotan Media Asing, Begini Jejak Historis Perang Dunia II di Pulau Biak yang Pernah Jadi Markas Pertahanan Jepang

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Senin, 1 Juni 2026 | 14:00 WIB
Potret amunisi bom sisa Perang Dunia II yang ditemukan di Pulau Biak pasca terjadi ledakan di kawasan kompleks perikanan dekat pesisir pantai (X/NaraSenyap)
Potret amunisi bom sisa Perang Dunia II yang ditemukan di Pulau Biak pasca terjadi ledakan di kawasan kompleks perikanan dekat pesisir pantai (X/NaraSenyap)

Saat area itu berubah menjadi permukiman padat selama puluhan tahun, warga mungkin tidak tahu bahwa di bawah tanah masih ada amunisi perang aktif.

Banyak warga lokal di pesisir Biak membangun rumah model panggung. Sering kali, tiang-tiang fondasi rumah panggung ditancapkan atau digali tanpa mengetahui bahwa tepat di bawah lapisan tanah kolong rumah mereka kemungkinan terdapat bom berukuran besar yang tertimbun tanah.

Bom yang terkubur puluhan tahun mengalami korosi pada casing besinya. Ketidakstabilan zat kimia di dalam bom yang menua ini membuatnya menjadi sangat sensitif terhadap perubahan suhu, kelembaban, atau getaran fisik sekecil apa pun di permukaan tanah, yang sewaktu-waktu dapat memicu detonasi spontan tanpa tersentuh manusia.

Baca Juga: Dikira Hasil Curian Milik Jepang, Mikrofon Asli Proklamasi Hasil Rancangan Rakyat Pribumi, Riwayatnya Kini...

Secara historis, wilayah Papua memang termasuk kawasan yang sangat terdampak Perang Pasifik. Selain Biak, beberapa daerah seperti Numfor, Morotai, hingga Papua Nugini juga masih sering ditemukan peninggalan perang berupa bom, peluru artileri, ranjau, hingga gudang berisi amunisi bawah tanah.

Penelitian arkeologi dari Universitas Oxford menyebut hampir seluruh pesisir tenggara Biak pernah digunakan sebagai basis militer Jepang dan Amerika selama perang.

Oleh karena itu, tragedi ini menjadi pengingat agar pemerintah setempat bisa memberikan edukasi pada masyarakat jika menemukan benda asing seperti amunisi yang tertimbun dalam tanah.

Otoritas pertahanan diharapkan bisa memetakan kembali zona-zona merah dan dilakukan deteksi dini peninggalan perang di Pulau Biak agar peristiwa serupa tak terjadi kembali di masa depan.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini 

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X