SketsaNusantara.id — Kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Jombang, Jember, terbukti memberikan kontribusi nyata bagi penguatan ekonomi masyarakat setempat.
Melalui program penyerapan tenaga kerja yang terarah, lembaga ini fokus memberdayakan potensi sumber daya manusia (SDM) dari lingkungan sekitar.
Kepala SPPG Jombang, Harun Al Rasyid, memaparkan bahwa roda operasional lembaga yang dipimpinnya saat ini digerakkan oleh 49 personel.
"Struktur kami diperkuat oleh 46 relawan dan didukung oleh 3 personel tim inti, yang terdiri dari Kepala SPPG, tenaga akuntan, serta pengawas gizi," ujar pria berusia 24 tahun tersebut.
Rasyid menjelaskan bahwa proses rekrutmen relawan di SPPG didasarkan pada pemetaan sosial yang matang. Pihak yayasan bersama mitra kerja menggunakan indikator kesejahteraan resmi pemerintah seperti klasifikasi desil 1, 2, dan 3 sebagai acuan utama.
Pendekatan ini dilakukan guna memastikan bahwa kesempatan kerja yang ada jatuh ke tangan keluarga yang paling membutuhkan urgensi bantuan finansial.
Baca Juga: Kandidat Juara Mundur, Pemkab Jember Gelar Ulang Seleksi Dirut Perumdam Tirta Pandalungan
Selain aspek ekonomi, faktor kesehatan pelamar menjadi syarat administrasi yang tidak boleh ditawar. Mengingat sebagian besar aktivitas berpusat di dapur umum, setiap relawan diwajibkan menyertakan surat keterangan sehat.
Langkah preventif ini diambil demi menjaga standar higienitas dan sanitasi yang ketat dalam proses pengolahan asupan gizi.
"Kami menyaring calon relawan secara selektif lewat sistem desil ekonomi agar tepat sasaran. Di samping itu, verifikasi kesehatan fisik sangat krusial karena operasional dapur kami menuntut standar kebersihan dan sanitasi yang sangat tinggi," tegas pria asal Labuhan Bajo, NTT tersebut.
Baca Juga: Sidak SPPG Diduga Penyebab Keracunan, Satgas MBG Pemkab Jember Temukan Beberapa Fakta Lapangan
Komitmen SPPG dalam mendorong kemandirian wilayah dibuktikan dengan komposisi pekerja yang seluruhnya merupakan penduduk asli Desa Wringinagung, Kecamatan Jombang. Rasyid menjamin tidak ada satu pun tenaga kerja yang direkrut dari luar desa tersebut.
Kebijakan ini membawa angin segar bagi kondisi finansial warga. Sebelum terintegrasi dengan SPPG, sebagian besar relawan berstatus tidak memiliki pekerjaan tetap, atau bekerja sebagai buruh tani dan kuli bangunan dengan pendapatan yang fluktuatif.
Artikel Terkait
Urai Kemacetan di Puger, Pemkab Jember Perpanjang Durasi Operasional Truk Tambang
Genjot PAD 2026 dari Retribusi PKL, Pemkab Jember: Masih Opsi dan Perlu Kajian Matang
Kendalikan Inflasi Pasca Lebaran, Pemkab Jember Salurkan Bantuan Pangan hingga Lakukan Mitigasi Bencana Ekstrem
Kebut Proyek Street Food di Jalan Kartini, Pemkab Jember Tetap Kedepankan Toleransi
Pemkab Jember Gelar OSMA di JSG, Warga Bisa Olahraga Sore Sekaligus Donor Darah, Cek Kesehatan dan Nikmati UMKM
Kepala BGN Puji Akurasi Data Gizi Door to Door Pemkab Jember
Pemkab Jember Luncurkan Program Penghapusan Denda Pajak Daerah
Anggaran Revitalisasi Sekolah Bertambah Rp16 Triliun, Politisi Golkar Purnamasidi Dorong Pemkab Jember Segera Tangkap Momentum
Sidak SPPG Diduga Penyebab Keracunan, Satgas MBG Pemkab Jember Temukan Beberapa Fakta Lapangan
Kandidat Juara Mundur, Pemkab Jember Gelar Ulang Seleksi Dirut Perumdam Tirta Pandalungan