SketsaNusantara.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perhatian publik. Kali ini, sorotan datang dari pengamat politik dan pakar hukum tata negara, Refly Harun.
Menurut Refly, program yang menggunakan anggaran besar dan melibatkan banyak pihak tersebut memiliki sejumlah titik rawan yang perlu mendapatkan perhatian serius. Ia menilai risiko penyimpangan tidak hanya berasal dari pelaksana di lapangan, tetapi juga dapat muncul dari desain tata kelola program itu sendiri.
Pembahasan mengenai MBG semakin penting karena program ini merupakan salah satu agenda nasional yang menyentuh banyak sektor sekaligus. Mulai dari pengadaan bahan makanan, kerja sama dengan mitra, hingga proses distribusi kepada penerima manfaat.
Refly menilai program berskala nasional selalu memiliki tingkat kerawanan yang tinggi. Semakin besar anggaran yang digunakan, semakin besar pula kebutuhan terhadap sistem pengawasan yang efektif dan transparan.
Menurutnya, berbagai tahapan dalam pelaksanaan MBG harus mendapatkan pengawasan yang ketat. Proses pengadaan barang, penunjukan mitra kerja, hingga distribusi bantuan dinilai menjadi bagian yang perlu diawasi secara terbuka.
“Program berskala nasional yang menyentuh banyak sektor dan melibatkan banyak pihak selalu memiliki tingkat kerawanan yang tinggi.”
Dalam pandangannya, penggunaan dana negara dalam jumlah besar harus dibarengi dengan mekanisme kontrol yang kuat. Tanpa pengawasan yang memadai, berbagai bentuk penyimpangan berpotensi muncul di berbagai tahapan pelaksanaan program.
Refly mengingatkan bahwa penggelembungan harga, permainan proyek, hingga konflik kepentingan merupakan risiko yang dapat terjadi ketika pengawasan tidak berjalan optimal. Karena itu, penguatan sistem pengawasan dinilai menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.
Selain pengawasan internal pemerintah, ia juga menyoroti pentingnya keterbukaan informasi kepada masyarakat. Dengan informasi yang mudah diakses, publik dapat ikut mengawasi penggunaan anggaran negara dan jalannya program di lapangan.
Keterlibatan masyarakat dinilai memiliki peran penting dalam meningkatkan akuntabilitas. Semakin terbuka sebuah program dijalankan, semakin besar pula peluang untuk mendeteksi potensi pelanggaran sejak dini.
Meski menyampaikan sejumlah kritik, Refly menegaskan dirinya tidak mempermasalahkan tujuan utama Program Makan Bergizi Gratis. Ia menilai program tersebut memiliki misi yang baik karena berupaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama anak-anak.
“Program tersebut dinilai memiliki misi yang baik karena bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak.”
Artikel Terkait
Anggaran MBG Sudah Dihemat Rp40 Triliun, Kini Purbaya dan Kepala BGN Dijadwalkan Bertemu Usai Dipanggil Presiden
Kantin Sekolah Bakal Terlibat dalam Program MBG? Komisi X DPR Sebut Sudah Mengusulkan Sejak Awal
Dari Pembekuan MBG hingga Subsidi UKT, Ini Deretan Tuntutan Mahasiswa yang Diterima Gibran dan Akan Dibawa ke Prabowo
Elza Syarief Mundur dari Kasus Korupsi MBG, Bongkar Dugaan Uang Rutin ke Sony Sonjaya dan Alasan Tak Lagi Percaya Kliennya
Fakta di Balik Mundurnya Elza Syarief dari Kasus MBG, Pendampingan Gratis Berakhir Setelah Muncul Dugaan Aliran Uang