Namun demikian, tujuan yang baik tersebut, menurut Refly, harus didukung oleh tata kelola yang profesional, transparan, dan bebas dari praktik korupsi. Keberhasilan sebuah program pemerintah tidak hanya diukur dari besarnya anggaran yang disalurkan atau jumlah penerima manfaat.
Lebih jauh, keberhasilan juga ditentukan oleh kemampuan pemerintah memastikan setiap anggaran digunakan secara efisien dan tepat sasaran. Karena itu, aspek pengelolaan keuangan menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari keberhasilan program.
Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap berbagai program strategis pemerintah, Refly berharap seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan MBG menjunjung tinggi prinsip akuntabilitas. Ia juga mendorong adanya ruang pengawasan yang lebih luas bagi masyarakat.
Menurutnya, langkah pencegahan harus menjadi prioritas sejak awal. Pemerintah juga didorong untuk memperkuat sistem audit, pengawasan internal, serta evaluasi berkala agar manfaat program dapat dirasakan masyarakat secara optimal.
Dengan tata kelola yang transparan dan pengawasan yang kuat, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan mampu mencapai tujuan yang telah ditetapkan tanpa dibayangi persoalan penyalahgunaan anggaran yang berpotensi merugikan negara maupun menurunkan kepercayaan publik.***
Artikel Terkait
Anggaran MBG Sudah Dihemat Rp40 Triliun, Kini Purbaya dan Kepala BGN Dijadwalkan Bertemu Usai Dipanggil Presiden
Kantin Sekolah Bakal Terlibat dalam Program MBG? Komisi X DPR Sebut Sudah Mengusulkan Sejak Awal
Dari Pembekuan MBG hingga Subsidi UKT, Ini Deretan Tuntutan Mahasiswa yang Diterima Gibran dan Akan Dibawa ke Prabowo
Elza Syarief Mundur dari Kasus Korupsi MBG, Bongkar Dugaan Uang Rutin ke Sony Sonjaya dan Alasan Tak Lagi Percaya Kliennya
Fakta di Balik Mundurnya Elza Syarief dari Kasus MBG, Pendampingan Gratis Berakhir Setelah Muncul Dugaan Aliran Uang