Minggu, 19 Juli 2026

Kendalikan Inflasi Pasca Lebaran, Pemkab Jember Salurkan Bantuan Pangan hingga Lakukan Mitigasi Bencana Ekstrem

Photo Author
M Purnomo, Sketsa Nusantara
- Jumat, 10 April 2026 | 12:58 WIB
Bupati Jember Gus Fawait saat membagikan bantuan pangan. (M Purnomo/SketsaNusantara.id)
Bupati Jember Gus Fawait saat membagikan bantuan pangan. (M Purnomo/SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id – Sebagai langkah nyata menjaga stabilitas ekonomi dan membantu masyarakat pasca perayaan Idul Fitri, Bupati Jember, Gus Fawait, meresmikan penyaluran bantuan pangan periode Februari – Maret.

Program ini diharapkan menjadi bantalan ekonomi bagi warga Jember di tengah fluktuasi harga bahan pokok.

Didampingi Kepala Bulog Cabang Jember, Gus Fawait menjelaskan bahwa momentum peluncuran bantuan ini sangat tepat. Mengingat, Jember baru saja melewati masa peak season yakni bulan Ramadan dan Idulfitri, di mana tingkat konsumsi masyarakat meningkat tajam.

Baca Juga: Bulog Jember Salurkan 8.000 Ton Beras Bantuan Pangan, Sasar 390 Ribu Penerima

"Alhamdulillah, hari ini kita launching bantuan pangan. Kita tahu baru saja melewati Ramadan dan Idul Fitri yang biasanya memicu kenaikan inflasi. Dengan adanya bantuan ini, kami harapkan beban masyarakat berkurang dan angka inflasi di Kabupaten Jember tetap terkendali," ujar Gus Fawait, saat dikonfirmasi, Jumat 10 April 2026.

Gus Fawait juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden Republik Indonesia, Bulog, jajaran TNI-Polri, serta Bapanas yang telah bersinergi dalam proses distribusi sehingga bantuan ini bisa menjangkau masyarakat secara tepat sasaran.

Selain fokus pada distribusi bantuan, Gus Fawait juga menyoroti tantangan alam yang membayangi sektor pertanian.

Baca Juga: Urai Kemacetan di Puger, Pemkab Jember Perpanjang Durasi Operasional Truk Tambang

"Merujuk pada peringatan dini dari BMKG mengenai fenomena El Nino dan cuaca ekstrem, kami telah menyiapkan langkah mitigasi," terangnya.

Gus Fawait menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk meminimalisir dampak kekeringan maupun curah hujan tinggi terhadap stok pangan daerah.

"Kami akan bahu-membahu dengan semua OPD terkait untuk memastikan infrastruktur pertanian kita tetap optimal. Target kita adalah meminimalisir risiko gangguan pangan akibat cuaca ekstrem," pungkasnya.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI

 

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X