Minggu, 19 Juli 2026

Susul Pemprov Jatim, Pemkab Jember Siapkan Skenario Work From Home

Photo Author
M Purnomo, Sketsa Nusantara
- Rabu, 25 Maret 2026 | 22:14 WIB
Bupati Jember Gus Fawait saat dikonfirmasi. (M Purnomo/SketsaNusantara.id)
Bupati Jember Gus Fawait saat dikonfirmasi. (M Purnomo/SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id – Pemerintah Kabupaten Jember menyatakan kesiapannya dalam mendukung langkah efisiensi energi yang direncanakan pemerintah pusat. 

Upaya mitigasi ini mencakup rencana pemberlakuan sistem kerja dari rumah atau Work From Home (WFH), bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) serta penyesuaian mekanisme belajar-mengajar di sekolah.

Langkah responsif ini diambil sebagai antisipasi terhadap gejolak geopolitik global yang berdampak langsung pada stabilitas sektor energi di tanah air.

Baca Juga: Tradisi Kupatan Jember Jadi Simbol Rekonsiliasi Sosial dan Spiritual

Bupati Jember, Gus Fawait, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk tetap sejalan dengan instruksi Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Timur. 

Meski payung hukum resmi belum diturunkan, Pemkab Jember telah mematangkan berbagai rencana operasional.

"Kami senantiasa siaga mengikuti arahan dari tingkat atas. Mengenai waktu pelaksanaan, semua bergantung pada keputusan pusat, namun secara teknis perangkat daerah kami sudah siap bergerak," ujar Gus Fawait pada Rabu 25 Maret 2026.

Baca Juga: Pemkab Jember Siagakan Fasilitas Kesehatan Total Selama Musim Libur Lebaran 2026

Sebagai langkah konkret awal, Gus Fawait telah menginstruksikan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melakukan penghematan internal.

Salah satu kebijakan yang ditekankan adalah penggunaan kendaraan dinas secara kolektif saat menjalankan tugas lapangan.

Kebijakan ini bertujuan ganda yakni, menekan pengeluaran energi di lingkungan birokrasi hingga membangun ruang komunikasi yang lebih intens antar-pimpinan instansi.

Baca Juga: Apresiasi Blusukan Gus Fawait dalam Program Bunga Desaku, Ketua PPP: Bupati tidak Boleh Terpaku pada Laporan di Balik Meja

Di sisi lain, sektor pendidikan menjadi perhatian utama dalam skenario mitigasi ini. Pemkab Jember melalui Dinas Pendidikan tengah merancang kurikulum yang fleksibel untuk beralih antara sistem tatap muka (luring) dan pembelajaran jarak jauh (daring).

“Fokus kami adalah memastikan kualitas pendidikan tidak terganggu. Baik itu belajar di kelas maupun lewat layar, keduanya harus siap diimplementasikan tanpa hambatan teknis,” tambahnya.

Halaman:

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X