Minggu, 19 Juli 2026

Apresiasi Blusukan Gus Fawait dalam Program Bunga Desaku, Ketua PPP: Bupati tidak Boleh Terpaku pada Laporan di Balik Meja

Photo Author
M Purnomo, Sketsa Nusantara
- Rabu, 25 Maret 2026 | 21:26 WIB
Ketua PPP Jember Madini Faruq (Dok Diskominfo Jember)
Ketua PPP Jember Madini Faruq (Dok Diskominfo Jember)

SketsaNusantara.id – Dukungan terhadap skema kepemimpinan turun ke bawah (blusukan) yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Jember terus mengalir. 

Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Jember, HM Madini Faruq , secara khusus memberikan apresiasi atas konsistensi pelaksanaan program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan).

Menurut Gus Mamak Rabu 25 Maret 2026, inisiatif ini merupakan instrumen vital dalam meruntuhkan sekat birokrasi antara penguasa dan masyarakat. 

Baca Juga: PAN Jember Apresiasi Program Bunga Desaku, UHC Prioritas, hingga Dampak Ekonomi Akibat Aktifnya Bandara Notohadinegoro

Dia menilai bahwa, esensi utama dari program ini bukan sekadar seremonial penyerapan aspirasi, melainkan pembangunan ikatan emosional yang mendalam antara pemimpin dan warganya.

“Komunikasi langsung di akar rumput menciptakan silaturahmi yang jauh lebih jujur dibandingkan laporan formal,” ujarnya. 

Dengan turun langsung, seorang kepala daerah dapat memvalidasi data lapangan secara akurat tanpa hanya bergantung pada laporan tertulis yang berpotensi bias.

Baca Juga: Pemkab Jember Siagakan Fasilitas Kesehatan Total Selama Musim Libur Lebaran 2026

"Bupati tidak boleh terpaku pada laporan di balik meja. Kehadiran langsung bersama para kepala dinas di desa-desa adalah langkah preventif agar kebijakan yang diambil tidak meleset akibat laporan yang hanya bersifat Asal Bapak Senang," tegas Gus Mamak.

Menanggapi kekhawatiran masyarakat mengenai beban APBD, Gus Mamak optimistis bahwa setiap kegiatan telah dikalkulasi secara matang. 

Dia justru memandang program ini, sebagai peluang emas untuk memetakan potensi sumber daya alam Jember yang belum terjamah, yang pada akhirnya dapat mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Baca Juga: Momen Idul Fitri, Pemkab Jember Percepat Pencairan Hak Keuangan Ribuan Pegawai

Terkait isu penghematan energi dan kenaikan harga BBM, Gus Mamak memuji langkah efisiensi yang telah diterapkan dalam operasional program ini. Salah satu contoh konkretnya adalah penggunaan kendaraan operasional secara kolektif untuk jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

"Jumlah kendaraan dinas dalam rombongan telah dikurangi secara signifikan. Kepala OPD dan jajaran terkait kini dibawa dalam satu kendaraan besar untuk menghemat konsumsi energi," ucapnya.

Halaman:

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X