Sabtu, 20 Juni 2026

Inspiratif, Alumnus SMK Jurusan Sekretaris di Jombang Ini Jadi Produsen Alsintan

Photo Author
As'ad Choirudin, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 20 Juni 2026 | 21:35 WIB
Misbachul Munir (kiri) bersama karyawan menunjukkan mesin konveyor perontok jagung hasil produksinya. (SketsaNusantara.id/As'ad Choirudin)
Misbachul Munir (kiri) bersama karyawan menunjukkan mesin konveyor perontok jagung hasil produksinya. (SketsaNusantara.id/As'ad Choirudin)

SketsaNusantara.id -  Kemudahan para petani – padi dan jagung – dalam memproses hasil pertaniannya tidak terlepas dari pencipta alat mesin pertanian (alsintan). Menggunakan alsintan, waktu yang dibutuhkan relatif singkat tetapi hasilnya melimpah. Namun, pencipta alsintan saja tidak cukup tanpa adanya produsen dari alat itu sendiri.

Meskipun tidak menciptakan, Misbachul Munir (46), telah berkontribusi dalam perakitan hingga pendistibusian alsintan – mesin perontok – sampai ke tangan para petani. Latar belakang pendidikan yang tidak linier tidak menjadi penghalang bagi pria lulusan SMK jurusan sekretaris ini.

“Saya dulu sekolahnya di SMK jurusan sekretaris. Tapi sekarang pekerjaanya ngurus mesin,” ujar Munir saat ditemui di bengkelnya, Dusun Kademangan, Desa/Kecamatan Gudo, Jombang, Jatim, Rabu pekan ini.

Tidak butuh karyawan banyak, cukup dibantu ketiga rekannya, Munir dapat memproduksi berbagai bentuk alsintan sesuai keinginan pelanggan. Hasil perakitannya mampu menjangkar ke luar pulau.

Baca Juga: Mengapa Disebut Bulan Suro? Menelusuri Makna, Sejarah, dan Kaitannya dengan Tahun Baru Jawa

“Pemesannya rata-rata dari luar pulau Jawa. Ada yang dari Kalimantan Tengah, Sulawesi, NTB, NTT, Sumatera, dan Bali,”

Sementara, konsumen dari Jawa berasal dari sejumlah daerah di Jawa Tengah. Seperti Kabupaten Brebes, Demak, Pati. Di Jawa Timur, ia baru melayani dari Jombang sendiri dan Mojokerto.

Kilas Balik Sebagai Produsen Alsintan

Diawali sebagai sopir kini menjadi prodosen alsintan. Itulah awal perjalanan bapak dua anak ini.

Di tahun 2010, munir bekerja sebagai sopir pribadi di tempat produksi alsintan. Karena sudah lama mengantar ke manapun juragan pergi, ia akhirnya dipercaya untuk mengurus penagihan kepada konsumen.

“Mungkin karena saya sudah lama ikut bos, akhirnya saya dipasrahi untuk bantu penagihan kepada koleganya. Dari situ bos saya mulai terbantu,” ucapnya

Adanya job baru itu, menambah kenalan baru bagi Munir di dunia perdagangan alsintan. Umumnya, kenalan Munir berasal dari daerah Indonesia bagian timur. Seperti Bali, NTB, NTT, dan Sulawesi. “Saya dapat teman banyak dari konsumen,” ungkap Munir.

Baca Juga: Apa Itu Tosan Aji yang Selalu Muncul Saat Malam 1 Suro? Mengenal Pusaka Tradisional yang Sarat Sejarah dan Makna Budaya Jawa

Belajar dari sopir dan bantu penagihan, Munir mulai mengamati pemasaran yang berjalan selama ini. Ia berkata, pemasaran yang dilakukan juragannya hanya mengandalkan hubungan dengan para kolega.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X