Kamis, 4 Juni 2026

Melalui KUR BRI, Petani di Jombang Mampu Kembangkan Usaha Persewaan Alsintan

Photo Author
As'ad Choirudin, Sketsa Nusantara
- Rabu, 30 April 2025 | 20:10 WIB
Operator alsintan sedang menjalan mesin tanam. (SketsaNusantara.id/As'ad Choirudin)
Operator alsintan sedang menjalan mesin tanam. (SketsaNusantara.id/As'ad Choirudin)

 

SketsaNusantara.id - Sutaji, seorang petani berusia 56 tahun dari Dusun Juwet, Glagahan, Perak, Jombang, telah membuktikan bahwa dengan bantuan dari BRI, ia dapat mengembangkan usahanya di bidang pertanian. Sutaji, yang juga menjabat sebagai Ketua Gapoktan, memiliki pengalaman panjang dalam mengelola usaha pertanian.

Pada tahun 2013, Sutaji menerima bantuan alat mesin pertanian (alsintan) berupa combine harvester, sebuah mesin canggih yang dapat memotong, memegang, merontokkan, dan membersihkan gabah dalam satu waktu. Untuk menjalankan mesin tersebut, Sutaji membutuhkan truck sebagai pengangkut mesin. Ia kemudian membeli truck seharga Rp 32 juta dengan pinjaman dari BRI sebesar Rp 30 juta.

Namun, karena perkembangan teknologi pertanian yang cepat, mesin combine harvester akhirnya jarang digunakan.

Baca Juga: Jatim Targetkan Produksi Padi 12,7 Juta Ton, Gubernur Khofifah Tekankan Optimalisasi Irigasi dan Alsintan

“Petani lebih memilih mesin yang lebih canggih yang dapat digunakan untuk medan segala kondisi dan anti macet,” ujar Sutaji, belum lama ini.

Sutaji akhirnya berhenti mengoperasikan mesin combine harvester dan menyewakan trucknya kepada teman-temannya.

Pada tahun 2022, Sutaji mengajukan pinjaman KUR ke BRI sebesar Rp 25 juta. Ia menggunakan uang tersebut untuk membeli mesin tanam bekas seharga Rp 17 juta dan modal penyemaian bibit padi, pembelian alat penyemaian, serta pupuk.

Baca Juga: Pacul Ternyata dari Cina? Menguak Asal Usul Alat Pertanian Cangkul sebagai Jejak Akulturasi Budaya Tionghoa di Indonesia

“Dengan mesin tanam tersebut, saya dapat menyewakan jasa tanam kepada petani dengan tarif Rp 300 ribu per lahan seluas 1.400 m2,” terang bapak tiga anak ini.

Dia menjelaskan, pinjaman BRI sebesar Rp 25 juta dapat diangsur dalam jangka waktu 3 tahun. Karena dinilai tertib dalam pembayaran, ceritanya, BRI Unit Perak menawarkan pinjaman lagi kepada Sutaji pada tahun 2024 sebesar Rp 25 juta.

Atas pinjaman yang diterima tersebut, Sutaji kembali membeli mesin tanam bekas seharga Rp 17 juta dan merekrut 3 orang operator lagi dengan sistem pengupahan yang sama.

Baca Juga: BRI Salurkan Kredit Rp199.83 Triliun di Sektor Pertanian, Dorong Pertumbuhan Ekonomi lewat Ketahanan Pangan

“Sengaja saya beli yang bekas. Yang terpenting barang masih bagus. Selain harganya murah, penting lagi fungsinya juga sama dengan mesin baru,” ujarnya.

Dengan bantuan dari BRI, Sutaji dapat mengembangkan usahanya di bidang pertanian dan meningkatkan pendapatan. Ia berharap dapat terus mengembangkan usahanya dan membantu petani lain di daerahnya. Sutaji juga berencana untuk terus meningkatkan kualitas usahanya dengan memanfaatkan teknologi pertanian yang lebih canggih.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X