SketsaNusantara.id - Cangkul atau pacul merupakan salah satu alat pertanian yang punya peranan penting di negara agraris seperti Indonesia.
Tak banyak yang tahu, penamaan pacul ternyata merupakan salah satu hasil akulturasi budaya Tionghoa di tanah air.
Penamaan pacul diadaptasi dari akar kata dalam bahasa Tiongkok atau Cina yang berarti memukul dan mengorek sesuai fungsi alat tersebut.
Baca Juga: Jangan Sepelekan Pacul, Sunan Kalijaga Sebut Alat Bertani Ini Punya Makna dan Filosofi Mendalam
"Pacul ini berasal dari kata 'Phah' yang artinya memukul dan 'Tshoe' artinya mengungkit atau mengorek, alat ini salah satu akulturasi budaya tionghoa di Nusantara kita," kata Udaya Halim, pegiat budayawan Tionghoa dikutip SketsaNusantara.id dari video yang diunggah akun TikTok @museumnasionalindonesia pada hari Jumat, 21 Maret 2025.
Udaya Halim menjelaskan proses masuknya orang Tionghoa ke Indonesia dari Pantai Selatan Hokkian yang kemudian membaur dengan masyarakat.
Orang-orang dari sub suku Hokka bersifat nomadic atau berpindah-pindah dari utara ke selatan membawa peralatan termasuk cangkul dan dulang untuk mengolah lahan di wilayah beriklim tropis seperti di Indonesia.
Budayawan pendiri Museum Benteng Tangerang yang memamerkan peradaban Tionghoa di Indonesia ini juga menyebut asal usul penamaan perkakas selain pacul yang juga diadaptasi dari kata dalam bahasa Cina yang jadi jejak akulturasi budaya Tionghoa di Indonesia.
"Seperti pacul ini maka ada beberapa alat yang dipukul namanya punya awalan 'Phah', misalnya, Paku, Palu, Pasak dan sebagainya itu semua asal katanya berakar dari kata Phah (bahasa Cina)," tutur Udaya Halim.
Lantas, benarkah Pacul masuk ke Indonesia berasal dari Cina? Mengutip dari kanal YouTube TV Tani milik Kementerian Pertanian Indonesia, pacul sudah ada sejak zaman perunggu pada 3800 dan 3500 SM yang awalnya dikenalkan pada zaman kerajaan.
Pacul pertama kali masuk ke pulau Indonesia yang konon berasal dari Cibatu, Jawa Barat yang dikenalkan oleh Sunan Kalijaga.
Penemuan pacul di tanah jawa berawal dari dengan pertemuan Sunan Kalijaga dengan Ki Ageng Selo, nenek moyang pendiri Mataram.
Artikel Terkait
Siapa Bong Swi Hoo? Wali Asal Tionghoa yang Turut Menyebarkan Agama Islam, Benarkah Sunan Ampel?
Glodok Dulu dan Kini: Tempat Isolasi Orang Tionghoa hingga Pusat Elektronik Terbesar di Jakarta yang Baru Terbakar
Dari Pegawai Kolonial hingga Raja Perkebunan, Sepenggal Kisah George Birnie dan Sejarah Lahirnya Jember Modern
5 Fakta Menarik Tanaman Pinang, Pohon yang Konon Jadi Asal-Usul Jember Sudah Ada Sejak Zaman Purbakala hingga Dipercaya Bisa Mendatangkan Kemakmuran
17 Persen Produksi Beras dari Jawa Timur, Presiden Prabowo dan Gubernur Khofifah Terima Keluhan Petani, Ternyata...
Intip Kilas Balik Sejarah Masuknya Orang Tionghoa di Jember, Ternyata Sudah Ratusan Tahun?