Kaka itu, Ki Ageng Selo yang berusaha mengolah lahan dengan membalik tanah sawah sehingga lebih gembur setelah turun hujan merasa kesulitan karena memakai linggis.
Singkat cerita, Sunan Kalijaga membuat suatu alat yang kini dikenal sebagai pacul oleh masyarakat Jawa atau yang secara umum dinamai cangkul dalam bahasa Indonesia.
Pacul di Indonesia dibuat oleh pengrajin yang bisa dipesan dan disesuaikan dengan tinggi badan agar lebih mudah digunakan oleh pemiliknya.
Hingga kini, cangkul atau pacul menjadi 'senjata' utama bagi para petani dalam proses mengelola serta perawatan sawah dan perkebunan.
Alat ini tak hanya membantu petani menggemburkan tanah, tetapi juga meratakan pupuk, pembuatan garis-garis di sawah atau kebun sebelum ditanami, hingga membuat saluran irigasi atau pengairan agar mendapatkan hasil panen yang melimpah.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Siapa Bong Swi Hoo? Wali Asal Tionghoa yang Turut Menyebarkan Agama Islam, Benarkah Sunan Ampel?
Glodok Dulu dan Kini: Tempat Isolasi Orang Tionghoa hingga Pusat Elektronik Terbesar di Jakarta yang Baru Terbakar
Dari Pegawai Kolonial hingga Raja Perkebunan, Sepenggal Kisah George Birnie dan Sejarah Lahirnya Jember Modern
5 Fakta Menarik Tanaman Pinang, Pohon yang Konon Jadi Asal-Usul Jember Sudah Ada Sejak Zaman Purbakala hingga Dipercaya Bisa Mendatangkan Kemakmuran
17 Persen Produksi Beras dari Jawa Timur, Presiden Prabowo dan Gubernur Khofifah Terima Keluhan Petani, Ternyata...
Intip Kilas Balik Sejarah Masuknya Orang Tionghoa di Jember, Ternyata Sudah Ratusan Tahun?