Kamis, 4 Juni 2026

Salah Satu Warisan Sunan Kalijaga, Lagu Gundul Gundul Pacul Ternyata Punya Makna Filosofis Kepemimpinan, Begini Penjelasannya

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Selasa, 2 Juli 2024 | 18:30 WIB
Makna filosofis lagu gundul-gundul pacul yang merupakan warisan Sunan Kalijaga (Tangkapan Layar YouTube Berbagi Tahu)
Makna filosofis lagu gundul-gundul pacul yang merupakan warisan Sunan Kalijaga (Tangkapan Layar YouTube Berbagi Tahu)

SketsaNusantara.id - Membicarakan soal warisan peninggalan Wali Songo di Indonesia memang tak ada habisnya. Salah satu yang menarik perhatian adalah lagu Gundul Gundul Pacul yang diyakini merupakan warisan Sunan Kalijaga.

Lagu Gundul Gundul Pacul yang memiliki syair lucu dan dinyanyikan dengan nada ceria ternyata memiliki makna filosofis yang mendalam.

Diciptakan sekitar tahun 1400 M, konon lagu Gundul Gundul Pacul merupakan warisan salah satu Wali Songo penyebar agama Islam di tanah Jawa yakni Sunan Kalijaga saat masih remaja.

Baca Juga: 30 Juz Cuma Ditulis Tangan! Ini Jejeran Peninggalan Wali Songo di Museum Masjid Agung Demak, Ada Dari Sunan Kalijaga

Lagu ini pun ternyata punya makna filosofis sekaligus pesan dan nasihat untuk para pemimpin. Lantas, apa saja pesan yang terkandung dalam lagu Gundul Gundul Pacul?

Dilansir SketsaNusantara.id dari laman resmi Pemprov Yogyakarta, lagu Gundul Gundul Pacul secara garis besar memiliki tiga makna sebagai pesan terhadap kepemimpinan, kehormatan dan empat hal penting yang harus dimiliki seorang pemimpin.

Dalam syair lagunya, kata gundul yang secara harfiah menggambarkan kepala tanpa rambut ternyata memiliki makna seorang pemimpin yang kehilangan kehormatannya.

Baca Juga: Sejarah Rompi Ontokusumo, Pusaka Pamungkas Sunan Kalijaga Saat Perang Lawan Nyi Roro Kidul: Buatan Sunan Bonang dari...

Kepala merupakan simbol pemimpin, sedangkan rambut merupakan mahkota, sehingga gundul dapat diartikan pemimpin tanpa mahkota.

Selain itu, gundul pacul dalam lagu tersebut menggambarkan seorang pemimpin ideal yang turun ke jalan tanpa menggunakan mahkota membawa pacul yang melambangkan seorang pemimpin yang bekerja keras untuk rakyatnya layaknya petani yang mengolah sawah.

Di sisi lain, Pacul sendiri memiliki makna "papat kang ucul" yang merujuk pada 4 hal penting yang harus dimiliki seorang pemimpin dengan menggunakan keempat indera yakni mata, hidung, mulut, hingga telinganya.

Baca Juga: Di Balik Kesaktian Keris Kyai Carubuk Sunan Kalijaga Bikin Lawan Klepek-Klepek, Bisa Hipnotis Musuh?

Pertama, pemimpin harus memiliki mata yang sering terjun melihat kesusahan rakyat. Kedua, pemimpin harus memanfaatkan hidungnya untuk mencium kebaikan dan kesusahan rakyatnya.

Ketiga, seorang pemimpin juga harus menggunakan telinganya untuk selalu mendengar pendapat, masukan, nasihat, serta keluh kesah dari rakyatnya.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: bkd.jogjaprov.go.id

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X