Keempat, pemimpin juga harus memiliki mulut yang bisa berkata adil, mampu bertutur kata dengan baik dan bijaksana kepada rakyatnya.
Sedangkan kata gembelengan sendiri menggambarkan kondisi menggelengkan kepala keheranan dan juga bisa merujuk pada sikap sombong atau besar kepala.
Maka, syair "Gundul gundul pacul, gembelengan" dalam satu kesatuan memiliki makna apabila seorang pemimpin lepas dari keempat hal penting kepemimpian maka dia akan bersikap sombong dan besar kepala, dan akan mempermainkan rakyat menggunakan kekuasaannya.
Selanjutnya, pada lirik lagu "nyunggi nyunggi waku" dapat diartikan sebagai seorang pemimpin yang harus menjunjung amanah rakyat dan mengutamakan kepentingan orang banyak.
Lalu "Wakul ngglimpang, segone dadi sak latar" merupakan peringatan kepada para pemimpin apabila amanah yang tak bisa dijalankan dengan baik akan mengakibatkan kondisi berantakan yang bakal merugikan orang banyak.
Demikian makna filosofi dari lagu Gundul Gundul Pacul yang mengajarkan tentang pentingnya seseorang dalam menjaga perilaku terutama bagi seorang pemimpin yang harusnya bisa menjadi tauladan yang baik bagi rakyatnya.
Lagu ini menjadi warisan budaya yang sangat berharga dari Sunan Kalijaga. Tak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pelajaran moral yang mengingatkan agar seorang pemimpin harus selalu harus rendah hati, tidak sombong, dan selalu ingat pada rakyatnya.***
Artikel Terkait
Awal Mula Sunan Kalijaga Berjalan dari Demak ke Selatan Membuka Mataram Islam, Ada Ancaman Kehancuran Peradaban Nusantara
Keajaiban Beringin Peninggalan Sunan Kalijaga di Kotagede Yogyakarta, Jadi Sumber Mata Air hingga Berjalan 100 Meter!
Inilah Kisah Sunan Kalijaga, Putra Adipati Tuban yang Menjelma Menjadi Robin Hood van Java dan Penyebar Islam Berpengaruh di Pulau Jawa
Asal Usul 6 Julukan Sunan Kalijaga, Wali Songo yang Berdakwah Lewat Wayang, Ada Nama Panggung Saat Jadi Dalang!
Cara Unik Sunan Kalijaga Berdakwah dengan Wayang dari Majapahit hingga Pajajaran, Penonton Disuruh...
Lakon Dewa Ruci: Cerita Pewayangan Favorit Sunan Kalijaga yang Sarat Ajaran Agama, Tentang Apa?