news

Berdayakan 100 Persen Warga Lokal, SPPG di Jombang Jember Prioritaskan Keluarga Berpenghasilan Rendah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 19:20 WIB
Petugas SPPG yang berasal dari Kabupaten Jember. (M Purnomo/SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id — Kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Jombang, Jember, terbukti memberikan kontribusi nyata bagi penguatan ekonomi masyarakat setempat.

Melalui program penyerapan tenaga kerja yang terarah, lembaga ini fokus memberdayakan potensi sumber daya manusia (SDM) dari lingkungan sekitar.

Kepala SPPG Jombang, Harun Al Rasyid, memaparkan bahwa roda operasional lembaga yang dipimpinnya saat ini digerakkan oleh 49 personel.

Baca Juga: Pastikan Pemenuhan Gizi Maksimal di Lapangan, BGN Wajibkan Menu Daging Sapi Tiap Jumat di SPPG Jember

"Struktur kami diperkuat oleh 46 relawan dan didukung oleh 3 personel tim inti, yang terdiri dari Kepala SPPG, tenaga akuntan, serta pengawas gizi," ujar pria berusia 24 tahun tersebut.

Rasyid menjelaskan bahwa proses rekrutmen relawan di SPPG didasarkan pada pemetaan sosial yang matang. Pihak yayasan bersama mitra kerja menggunakan indikator kesejahteraan resmi pemerintah seperti klasifikasi desil 1, 2, dan 3 sebagai acuan utama.

Pendekatan ini dilakukan guna memastikan bahwa kesempatan kerja yang ada jatuh ke tangan keluarga yang paling membutuhkan urgensi bantuan finansial.

Baca Juga: Kandidat Juara Mundur, Pemkab Jember Gelar Ulang Seleksi Dirut Perumdam Tirta Pandalungan

Selain aspek ekonomi, faktor kesehatan pelamar menjadi syarat administrasi yang tidak boleh ditawar. Mengingat sebagian besar aktivitas berpusat di dapur umum, setiap relawan diwajibkan menyertakan surat keterangan sehat.

Langkah preventif ini diambil demi menjaga standar higienitas dan sanitasi yang ketat dalam proses pengolahan asupan gizi.

"Kami menyaring calon relawan secara selektif lewat sistem desil ekonomi agar tepat sasaran. Di samping itu, verifikasi kesehatan fisik sangat krusial karena operasional dapur kami menuntut standar kebersihan dan sanitasi yang sangat tinggi," tegas pria asal Labuhan Bajo, NTT tersebut.

Baca Juga: Sidak SPPG Diduga Penyebab Keracunan, Satgas MBG Pemkab Jember Temukan Beberapa Fakta Lapangan

Komitmen SPPG dalam mendorong kemandirian wilayah dibuktikan dengan komposisi pekerja yang seluruhnya merupakan penduduk asli Desa Wringinagung, Kecamatan Jombang. Rasyid menjamin tidak ada satu pun tenaga kerja yang direkrut dari luar desa tersebut.

Kebijakan ini membawa angin segar bagi kondisi finansial warga. Sebelum terintegrasi dengan SPPG, sebagian besar relawan berstatus tidak memiliki pekerjaan tetap, atau bekerja sebagai buruh tani dan kuli bangunan dengan pendapatan yang fluktuatif.

Halaman:

Tags

Terkini