Minggu, 19 Juli 2026

Rendahnya Indeks Pembangunan Gender di Kabupaten Jember: Tantangan dan Solusi untuk Masa Depan yang Lebih Setara

Photo Author
Tim Redaksi Sketsa Nusantara, Sketsa Nusantara
- Rabu, 15 Januari 2025 | 17:41 WIB
Isna Asaroh - Ketua PC Kopri Jember
Isna Asaroh - Ketua PC Kopri Jember

*

SketsaNusantara.id - Kabupaten Jember merupakan salah satu daerah di Jawa Timur dengan potensi sumber daya alam dan manusia yang melimpah. Meskipun demikian, masalah kesetaraan gender masih menjadi tantangan besar di wilayah ini.

Rendahnya Indeks Pembangunan Gender (IPG) di Kabupaten Jember mencerminkan adanya ketimpangan dalam akses perempuan dan laki-laki terhadap pendidikan, kesehatan, serta peluang ekonomi.

Tulisan ini akan membahas penyebab, dampak, dan solusi untuk meningkatkan IPG di Jember guna menciptakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Baca Juga: STOP Normalisasi Tren 'Laki-Laki Tidak Bercerita', Toxic Masculinity Bisa Mengancam Jiwa!

Indeks Pembangunan Gender dan Kondisi di Kabupaten Jember

Indeks Pembangunan Gender (IPG) merupakan salah satu indikator penting yang digunakan untuk mengukur sejauh mana perempuan memiliki kesempatan yang setara dengan laki-laki dalam berbagai aspek pembangunan.

IPG mencakup dimensi pendidikan, kesehatan, dan partisipasi ekonomi yang berimbang antara kedua gender. Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), IPG Kabupaten Jember masih berada di bawah rata-rata Jawa Timur.

Hal ini menunjukkan bahwa perempuan di Jember masih menghadapi tantangan dalam mendapatkan akses yang sama terhadap pendidikan, pekerjaan, dan layanan kesehatan. Kondisi ini tentu menjadi penghambat bagi potensi pembangunan daerah secara keseluruhan.

Baca Juga: Mengenang 15 Tahun Wafatnya KH Abdurrahman Wahid: Gus Dur dan Tradisi Literasi

Faktor Penyebab Rendahnya IPG di Kabupaten Jember

Terdapat berbagai faktor yang menyebabkan rendahnya IPG di Jember. Beberapa di antaranya adalah:

1. Ketimpangan Akses terhadap Pendidikan

Pendidikan adalah kunci utama dalam menciptakan kesetaraan gender. Sayangnya, di Jember, banyak anak perempuan yang tidak dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Faktor ekonomi sering kali menjadi alasan utama. Selain itu, tanggung jawab rumah tangga yang dibebankan pada perempuan sejak usia dini juga menghambat mereka untuk fokus pada pendidikan.

2. Keterbatasan Akses terhadap Layanan Kesehatan

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jangan Biarkan Kota Santri Kehilangan Jati Diri

Jumat, 26 Juni 2026 | 09:40 WIB

Sistem Keulamaan dan Ahwa Permanen dalam NU

Selasa, 16 Juni 2026 | 16:49 WIB

Refleksi Hardiknas 2026: Pendidikan dan Buku

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:35 WIB

Menimbang Dampak AI pada Nalar Generasi Bangsa

Kamis, 30 April 2026 | 12:05 WIB

Guru Pejuang Literasi

Selasa, 7 April 2026 | 10:35 WIB

Ketika Inklusi Berubah Menjadi Eksploitasi

Selasa, 24 Maret 2026 | 14:35 WIB

Idul Fitri dan Momentum Transformasi Digital UMKM

Kamis, 19 Maret 2026 | 13:30 WIB

Gus Dur, Cina dan Islam

Kamis, 19 Februari 2026 | 21:25 WIB
X