Sabtu, 18 Juli 2026

Catatan Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026: Pancasila dan Kebimbangan Kaum Muda

Photo Author
Tim Redaksi Sketsa Nusantara, Sketsa Nusantara
- Senin, 1 Juni 2026 | 07:05 WIB
Mukani (SketsaNusantara.id)
Mukani (SketsaNusantara.id)

Oleh: Mukani*

SketsaNusantara.id - Peringatan hari kelahiran Pancasila setiap tanggal 1 Juni menjadi momentum berharga bagi bangsa Indonesia untuk terus merefleksikan Pancasila sebagai way of life. Upaya ini harus terus dilakukan agar nilai-nilai Pancasila terus membumi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia.

Kecanggihan teknologi, pada konteks lain, menjadi sisi perubahan zaman yang tidak bisa dihindari. Kecepatan dalam meraih informasi yang diinginkan ternyata berkait erat dengan gaya hidup manusia modern. Terutama bagi kaum muda yang menginginkan segala hal serba cepat bin instant.

Kebimbangan

Secara teori, Indonesia akan memperoleh bonus demografi saat usianya memasuki satu abad. Inilah yang didengungkan banyak pihak karena pada tahun 2045 nanti akan menjadi Indonesia Emas. Sebuah harapan dan optimisme yang menjanjikan bagi perjalanan bangsa Nusantara.

Baca Juga: Ryamizard Ryacudu Wafat di Usia 76 Tahun, Prabowo Sampaikan Duka, Jenazah Akan Dimakamkan di TMP Kalibata

Namun upaya mewujudkan itu semua tidak semudah membalikkan telapak tangan. Pekan-pekan terakhir ini saja, ekonomi Indonesia masih belum sehat seratus persen. Bahkan nilai tukar rupiah sempat menembus angka 17.800. Sebuah titik yang belum pernah terjadi sejak Indonesia merdeka.

Perang Iran yang diserang secara brutal oleh AS-Israel disinyalir menjadi kontributor utama dari kemerosotan ekonomi dunia. Agresi itu menjadikan harga bahan bakar minyak (BBM) naik tajam di banyak negara. Tentu hal ini diikuti dengan kenaikan harga di semua komiditi. Tidak hanya di luar negeri, dampak perang Iran vs AS-Israel ini juga dirasakan di Indonesia.

Anak muda Indonesia merespon hal ini tentu dengan berbagai reaksi. Ada yang menganggap dampak perang itu secara datar-datar saja. Namun tidak jarang meresponnya dengan sangat reaktif. Membabi buta membela salah satu pihak yang sedang berperang. Bahkan justru “seolah menyalahkan” pemerintahan Indonesia yang dianggap kurang optimal dalam melakukan diplomasi untuk meredakan perang.

Baca Juga: Yuk Unggah! 10 Link Twibbon Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026, Gratis dan Baru Cocok Hiasi Story Instagram

Ada hal penting yang perlu digarisbawahi dari fenomena ini. Bahwa nilai-nilai Pancasila menjadi hal yang dilupakan dalam menyusun persepsi terkait perang Iran vs AS-Israel. Ini menjadi catatan penting bagi perjalanan Pancasila ke depan di tangan kaum muda. Terutama dalam konteks membawa nilai kebangsaan demi mewujudkan kemajuan peradaban di Indonesia.

Nilai-nilai Pancasila diharapkan tetap diinternalisasikan dalam kehidupan sehari-hari bangsa Indonesia. Terutama bagi kaum muda yang akan memimpin bangsa Indonesia di kemudian hari. Sehingga diharapkan ke depan kebesaran nama Indonesia sebagai sebuah bangsa bukan sekedar menjadi mimpi.

Harus Bangkit

Kaum muda Indonesia sudah saatnya bangkit dalam menunjukkan kontribusi positif bagi kemajuan Indonesia. Tidak sekadar bercerita. Terlebih sekadar mengkritik jalannya roda pemerintahan. Namun kaum muda harus mampu memberikan aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jangan Biarkan Kota Santri Kehilangan Jati Diri

Jumat, 26 Juni 2026 | 09:40 WIB

Sistem Keulamaan dan Ahwa Permanen dalam NU

Selasa, 16 Juni 2026 | 16:49 WIB

Refleksi Hardiknas 2026: Pendidikan dan Buku

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:35 WIB

Menimbang Dampak AI pada Nalar Generasi Bangsa

Kamis, 30 April 2026 | 12:05 WIB

Guru Pejuang Literasi

Selasa, 7 April 2026 | 10:35 WIB

Ketika Inklusi Berubah Menjadi Eksploitasi

Selasa, 24 Maret 2026 | 14:35 WIB

Idul Fitri dan Momentum Transformasi Digital UMKM

Kamis, 19 Maret 2026 | 13:30 WIB

Gus Dur, Cina dan Islam

Kamis, 19 Februari 2026 | 21:25 WIB
X