Oleh: Mukani*
SketsaNusantara.id - Peringatan hari kelahiran Pancasila setiap tanggal 1 Juni menjadi momentum berharga bagi bangsa Indonesia untuk terus merefleksikan Pancasila sebagai way of life. Upaya ini harus terus dilakukan agar nilai-nilai Pancasila terus membumi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia.
Kecanggihan teknologi, pada konteks lain, menjadi sisi perubahan zaman yang tidak bisa dihindari. Kecepatan dalam meraih informasi yang diinginkan ternyata berkait erat dengan gaya hidup manusia modern. Terutama bagi kaum muda yang menginginkan segala hal serba cepat bin instant.
Kebimbangan
Secara teori, Indonesia akan memperoleh bonus demografi saat usianya memasuki satu abad. Inilah yang didengungkan banyak pihak karena pada tahun 2045 nanti akan menjadi Indonesia Emas. Sebuah harapan dan optimisme yang menjanjikan bagi perjalanan bangsa Nusantara.
Namun upaya mewujudkan itu semua tidak semudah membalikkan telapak tangan. Pekan-pekan terakhir ini saja, ekonomi Indonesia masih belum sehat seratus persen. Bahkan nilai tukar rupiah sempat menembus angka 17.800. Sebuah titik yang belum pernah terjadi sejak Indonesia merdeka.
Perang Iran yang diserang secara brutal oleh AS-Israel disinyalir menjadi kontributor utama dari kemerosotan ekonomi dunia. Agresi itu menjadikan harga bahan bakar minyak (BBM) naik tajam di banyak negara. Tentu hal ini diikuti dengan kenaikan harga di semua komiditi. Tidak hanya di luar negeri, dampak perang Iran vs AS-Israel ini juga dirasakan di Indonesia.
Anak muda Indonesia merespon hal ini tentu dengan berbagai reaksi. Ada yang menganggap dampak perang itu secara datar-datar saja. Namun tidak jarang meresponnya dengan sangat reaktif. Membabi buta membela salah satu pihak yang sedang berperang. Bahkan justru “seolah menyalahkan” pemerintahan Indonesia yang dianggap kurang optimal dalam melakukan diplomasi untuk meredakan perang.
Ada hal penting yang perlu digarisbawahi dari fenomena ini. Bahwa nilai-nilai Pancasila menjadi hal yang dilupakan dalam menyusun persepsi terkait perang Iran vs AS-Israel. Ini menjadi catatan penting bagi perjalanan Pancasila ke depan di tangan kaum muda. Terutama dalam konteks membawa nilai kebangsaan demi mewujudkan kemajuan peradaban di Indonesia.
Nilai-nilai Pancasila diharapkan tetap diinternalisasikan dalam kehidupan sehari-hari bangsa Indonesia. Terutama bagi kaum muda yang akan memimpin bangsa Indonesia di kemudian hari. Sehingga diharapkan ke depan kebesaran nama Indonesia sebagai sebuah bangsa bukan sekedar menjadi mimpi.
Harus Bangkit
Kaum muda Indonesia sudah saatnya bangkit dalam menunjukkan kontribusi positif bagi kemajuan Indonesia. Tidak sekadar bercerita. Terlebih sekadar mengkritik jalannya roda pemerintahan. Namun kaum muda harus mampu memberikan aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya.
Artikel Terkait
Refleksi Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2025, Pancasila Pasca Generasi Milenial
Kesaktian Pancasila Bagi Generasi Muda