Sabtu, 18 Juli 2026

Catatan Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026: Pancasila dan Kebimbangan Kaum Muda

Photo Author
Tim Redaksi Sketsa Nusantara, Sketsa Nusantara
- Senin, 1 Juni 2026 | 07:05 WIB
Mukani (SketsaNusantara.id)
Mukani (SketsaNusantara.id)

Baca Juga: Mengapa 1 Juni Diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila? Ini 5 Fakta Penting yang Perlu Diketahui Generasi Muda Indonesia

Kaum muda, sebagai nilai lebihnya, juga harus memiliki daya berjuang yang tidak mengenal putus asa dalam menghadapi rintangan. Istilah yang populer digunakan adalah Adversity Quotient (AQ). Dia dikenal sebagai ilmu ketahanan.

Kondisi ini disebabkan karena Intelligence Quotient (IQ), Emotional Quotient (EQ) dan Spiritual Quotient (SQ), belum mampu menjawab tantangan zaman. Di era modern yang serba digital, justru AQ akan berbicara banyak dalam menentukan keberhasilan kaum muda Indonesia untuk meraih masa depannya.

Kecerdasan keempat ini merupakan kemampuan seseorang untuk tetap tenang, berfokus dan berkinerja baik dalam menghadapi situasi yang penuh kesulitan. AQ ini adalah suatu kecerdasan yang dimiliki oleh manusia ketika menghadapi rintangan. Dia adalah kemampuan seseorang untuk bertahan dan bangkit dari kesulitan. 

Baca Juga: Ada Kamar yang Pernah Ditempati Soekarno, Begini Sejarah dan Pesona Wisata Rembangan Jember di Lereng Argopuro

Perspektif fundamental kedua yang harus diinternalisasikan dalam kehidupan keseharian kaum muda Indonesia adalah pembumian Pancasila. Seiring arus globalisasi dan derasnya informasi, Pancasila juga mengalami perubahan di kalangan kaum muda. Batas-batas antar negara secara sosial, politik, ekonomi dan budaya menjadi kabur. Orang bisa dengan mudah masuk ke ruang-ruang antarnegara.

Kondisi ini tentu menimbulkan “pekerjaan rumah” bagi semua pihak. Ini menjadi tugas bersama dari semua elemen bangsa agar nilai-nilai Pancasila tidak tercerabut dari akar kehidupan kaum muda. Sulit dibayangkan masa depan bangsa ini jika rasa memiliki terhadap bangsa tidak tumbuh di kalangan kaum muda.

Jika Pancasila diharapkan bisa dipahami secara baik dan terinternalisasi dalam perilaku hidup sehari-hari, menurut Ngainun Naim (2015), diperlukan langkah-langkah kreatif-konstruktif agar apa yang menjadi tujuan bisa tercapai. Ini karena berdasarkan review pembelajaran Pancasila, menurut Nurgiansyah (2021), cenderung membosankan, monoton, dan tidak inovatif.

Baca Juga: Jarang Dikenal, Puluhan Aktivis dan Pecinta Sejarah Kota Pahlawan Luncurkan Buku Biografi KH Fattah Yasin Sebagai Pejuang Bangsa

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mewujudkan tujuan ini. Salah satunya dengan menghadirkan kisah-kisah penuh makna. Aspek yang sekarang ini banyak hilang dalam kehidupan adalah keteladanan. Ini karena di era digital, menurut Hardiman (2021), lebih didominasi oleh sensasi dibandingkan kontemplasi. Implikasinya, perilaku yang tidak sejalan dengan ajaran agama dan moral semakin banyak terjadi.

Pada titik inilah internalisasi Pancasila menemukan titik signifikansi bagi kaum muda agar mereka tidak mengalami kebimbangan saat menatap masa depan. Nilai-nilai luhur Pancasila harus terus diwariskan dan diteladankan ke dalam kehidupan nyata. Sehingga bangsa Indonesia akan mampu tetap menunjukkan jati diri di tengah gempuran kecanggihan teknologi. Semoga.***

*Guru SMAN 1 Jombang dan Dosen STAI Darussalam Nganjuk

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!


Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jangan Biarkan Kota Santri Kehilangan Jati Diri

Jumat, 26 Juni 2026 | 09:40 WIB

Sistem Keulamaan dan Ahwa Permanen dalam NU

Selasa, 16 Juni 2026 | 16:49 WIB

Refleksi Hardiknas 2026: Pendidikan dan Buku

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:35 WIB

Menimbang Dampak AI pada Nalar Generasi Bangsa

Kamis, 30 April 2026 | 12:05 WIB

Guru Pejuang Literasi

Selasa, 7 April 2026 | 10:35 WIB

Ketika Inklusi Berubah Menjadi Eksploitasi

Selasa, 24 Maret 2026 | 14:35 WIB

Idul Fitri dan Momentum Transformasi Digital UMKM

Kamis, 19 Maret 2026 | 13:30 WIB

Gus Dur, Cina dan Islam

Kamis, 19 Februari 2026 | 21:25 WIB
X