Minggu, 19 Juli 2026

Remaja, Media Sosial, dan Identitas Nasional

Photo Author
Tim Redaksi Sketsa Nusantara, Sketsa Nusantara
- Kamis, 24 Oktober 2024 | 11:50 WIB
Peran remaja di mediao sosial untuk identitas nasional. (Dok. SketsaNusantara.id)
Peran remaja di mediao sosial untuk identitas nasional. (Dok. SketsaNusantara.id)

*Mukani

SketsaNusantara.id - Kecanggihan teknologi mampu membawa manusia kepada era yang tidak pernah dimimpikan nenek moyang pada periode sebelumnya.

Jarak geografis yang membentang ribuan kilometer sudah bukan menjadi hambatan. Dalam waktu bersamaan, manusia bisa berkomunikasi melalui dunia maya.

Kondisi ini juga dimanfaatkan kaum generasi muda. Baik untuk sekedar menunjukkan eksistensi diri, menyalurkan hobi hingga mendukung perluasan wawasan di dunia pendidikan.

Baca Juga: Menakar Peran PMII dalam Kontestasi Pilkada Jember 2024

Daya dukung yang sangat memadai dari kecanggihan teknologi harus diamati secara jeli. Ini agar dampak negatif mampu diantisipasi secara cerdas.

Bermata Dua
Sebagai kecanggihan teknologi, media sosial (medsos) merupakan platform digital yang memungkinkan penggunanya untuk berinteraksi, berbagi konten dan terlibat dalam jaringan sosial.

Beberapa aktivitas yang dapat dilakukan di medsos, seperti berkomunikasi, berbagi pemikiran atau ide, berbagi pengalaman dan berbagi informasi atau konten berupa tulisan, foto dan video.

Baca Juga: Mengenang Hilangnya Ludruk Pak Sabar Kalisat, Misteri di Tengah Gejolak Peristiwa Kelam pada Tahun 1965

Secara prinsip, keberadaan medsos sendiri adalah bagian dari pengembangan internet. Kehadiran beberapa dekade lalu telah membuat medsos dapat berkembang dan bertumbuh secara luas dan cepat seperti sekarang.

Hal ini menjadikan semua pengguna yang tersambung dengan koneksi internet dapat melakukan proses penyebaran informasi atau konten kapan pun dan di mana pun.

Saat ini, platform medsos populer dengan lebih dari 100 juta pengguna terdaftar adalah Twitter, Facebook, WeChat, TikTok, Instagram, Pinterest, QZone, Weibo, VK, Tumblr, Baidu Tieba, Threads dan LinkedIn.

Baca Juga: Gus Dur, Pencabutan TAP MPR, dan Gelar Pahlawan Nasional

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jangan Biarkan Kota Santri Kehilangan Jati Diri

Jumat, 26 Juni 2026 | 09:40 WIB

Sistem Keulamaan dan Ahwa Permanen dalam NU

Selasa, 16 Juni 2026 | 16:49 WIB

Refleksi Hardiknas 2026: Pendidikan dan Buku

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:35 WIB

Menimbang Dampak AI pada Nalar Generasi Bangsa

Kamis, 30 April 2026 | 12:05 WIB

Guru Pejuang Literasi

Selasa, 7 April 2026 | 10:35 WIB

Ketika Inklusi Berubah Menjadi Eksploitasi

Selasa, 24 Maret 2026 | 14:35 WIB

Idul Fitri dan Momentum Transformasi Digital UMKM

Kamis, 19 Maret 2026 | 13:30 WIB

Gus Dur, Cina dan Islam

Kamis, 19 Februari 2026 | 21:25 WIB
X