Identitas nasional sendiri terbentuk karena ada dukungan dari berbagai unsur, seperti asal keturunan, suku, agama, bahasa, budaya dan sejarah.
Melalui upaya kuat dari para remaja dalam mempertahakan identitas nasional, diharapkan dampak negatif dari gempuran kecanggihan teknologi diminimalisasi.
Namun justru remaja berkontribusi positif bagi kehidupan berbangsa, baik memperkuat rasa kebanggaan, membangun solidaritas, mempromosikan pembangunan, mempertahankan kedaulatan maupun mempromosikan hubungan antarbangsa.
Dengan identitas nasional yang terus melekat pada diri remaja selaku generasi penerus, maka mereka akan memiliki jati diri yang membedakannya dengan bangsa lain. Itu menjadi kekuatan masyarakat dalam mempertahankan keutuhan bangsa Indonesia.***
*Pengajar di STAI Darussalam Krempyang Nganjuk dan SMAN 1 Jombang
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Banyak Provinsi yang akan Berakhir Masa Bonus Demografi
Fenomena 'Career Cushioning' Marak di Kalangan Karyawan
Kapitalisme Pendidikan di Indonesia dalam Perspektif Paulo Freire, Ivan Illich, dan Erich Fromm
Saatnya Bangkit! Dari Desa ke Kota, Membangun Infrastruktur Transportasi yang Terlupakan
Membaca Fawait-Djos dalam Momen Penetapan Nomor Urut di KPU