sketsa

Petahana Gagal Bertahan: Wujud Lemahnya Legitimasi

Rabu, 11 Desember 2024 | 20:58 WIB

 

Siti Khalimatus Sa’diyah*

SketsaNusantara.id - Pemilihan kepala daerah telah usai tetapi masih banyak hal yang menarik untuk dibahas berkaitan dengan Pilkada, salah satunya yaitu petahana atau pemegang suatu jabatan politik.

Di berbagai daerah berdasarkan hasil quick count menunjukkan banyak petahana yang gagal melanggengkan kekuasaannya karena tidak terpilih kembali.

Salah satu hal yang berpengaruh dalam penggalangan suara yaitu adanya legitimasi oleh Masyarakat atas calon petahana tentunya dibarengi dengan kinerja petahana yang baik ketika menjabat.

Baca Juga: Refleksi 57 Tahun KOPRI Membangun Negeri: Kader Putri Harus CENDIKIA

Mengapa legitimasi menjadi penting dibandingkan sumber daya lain yang dimiliki oleh Petahana?

Keunggulan Petahana Dibandingkan Pendatang Baru dalam Pertarungan Politik

Terdapat beberapa keunggulan yang harusnya dapat dimanfaatkan oleh petahana untuk mendapatkan dukungan lebih dari masyarakat.

Pertama, petahana lebih dikenal oleh masyarakat karena sudah pernah menjabat sebelumnya. Artinya tidak menjadi suatu tantangan untuk memperkenalkan diri kepada masyarakat.

Baca Juga: Serentak Pilkada dan Korupsinya

Kedua, Petahana memiliki akses dan kendali atas birokrasi di pemerintahan. Hal ini harusnya dapat dimanfaatkan misalnya dengan cara pemberian bantuan atau program-program unggulan di akhir jabatan sehingga masyarakat menilai kinerja positif dari petahana, serta kehadirannya dalam berbagai acara yang diadakan oleh dinas dan badan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Ketiga, pengalokasian dana anggaran daerah harusnya dapat dimanfaatkan untuk proyek-proyek yang dibutuhkan oleh masyarakat sehingga penilaian masyarakat menjadi baik dan ingin mempertahankan kepala daerahnya.

Keempat, Petahana sudah memiliki basis massa atau sumber daya manusia di akar rumput untuk menggalangkan suara. Meski demikian konstituen dari pemilihan sebelumnya harus dijaga loyalitasnya.

Baca Juga: Banyak Penghargaan Tapi Korupsi Tetap Jalan

Halaman:

Tags

Terkini

Jangan Biarkan Kota Santri Kehilangan Jati Diri

Jumat, 26 Juni 2026 | 09:40 WIB

Sistem Keulamaan dan Ahwa Permanen dalam NU

Selasa, 16 Juni 2026 | 16:49 WIB

Refleksi Hardiknas 2026: Pendidikan dan Buku

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:35 WIB

Menimbang Dampak AI pada Nalar Generasi Bangsa

Kamis, 30 April 2026 | 12:05 WIB

Guru Pejuang Literasi

Selasa, 7 April 2026 | 10:35 WIB

Ketika Inklusi Berubah Menjadi Eksploitasi

Selasa, 24 Maret 2026 | 14:35 WIB

Idul Fitri dan Momentum Transformasi Digital UMKM

Kamis, 19 Maret 2026 | 13:30 WIB

Gus Dur, Cina dan Islam

Kamis, 19 Februari 2026 | 21:25 WIB