*Bayu Wicaksono
SketsaNusantara.id - Gemuruh pesta demokrasi pemilihan kepala daerah telah terdengar sejak beberapa bulan lalu, tak terkecuali di Kabupaten Jember.
Pemilihan kepala daerah akan dilakukan secara serentak pada tanggal 27 November 2024. Tak terasa, tinggal dua bulan lagi kita akan berijtihad menentukan pemimpin daerah yang kita banggakan ini.
Di tengah kepungan dan gelora antusiasme pesta rakyat tersebut, KPU Kabupaten Jember telah menetapkan nomor urut bagi kedua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Jember dengan pasangan Hendy-Gus Firjaun mendapatkan nomor urut satu dan pasangan Gus Fawait-Djoko dengan nomor urut dua.
Syahdan. Dua pasang kandidat dengan kalangan “santri/kyai” di dalamnya, hal ini wajar mengingat Jember yang masih sangat kental dengan budaya religiusnya.
Namun bedanya, Gus Firjaun dicalonkan sebagai calon wakil bupati dan Gus Fawait tampil sebagai calon bupati, sang aktor utama. Dalam pembacaan politik, hal ini seolah-olah “menyiratkan” bagaimana positioning kedua junjungan dan panutan kita ketika nantinya terpilih untuk memegang amanah sebagai pemimpin daerah.
Tetapi, itu hanyalah analisa yang bisa benar maupun sebaliknya. Setidaknya, hal ini mungkin bisa menjadi perhatian kita sebagai entitas yang tergolong sebagai kalangan santri, khususnya NU dan PMII.
Sebagai awalan, kita semua mengenal kedua pasangan calon di atas dengan baik. Terlebih, bagi pasangan Hendy-Gus Firjaun, memori kita masih sangat segar terhadap kepemimpinan Hendy-Gus Firjaun dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.
Publik PMII sudah sangat sering berhadapan dengan berbagai kebijakan selama masa kepemimpinan beliau. Utamanya, kebijakan menyoal lingkungan dan agraria.
Dengan masih mengusung semangat politik yang relatif sama, pasangan Hendy-Gus Firjaun akan kembali berkhidmat dalam devosi dan credo: “Wes Wayahe Jember Apik dan Kueren” sebagai tawaran gagasan politik dalam pesta demokrasi mendatang dengan PDI Perjuangan adalah satu-satunya partai pengusung dalam tim pemenangan.
Baca Juga: Sempat Dihujani Banyaknya Protes, Forum Kongres XXI Akhirnya Resmi Terima LPJ PB PMII 2021-2024
Sedangkan, pasangan Gus Fawait-Djoko bersama dengan 14 partai politik pengusungnya menawarkan gagasan yang relatif berbeda dan lebih detail dengan “Cinta” sebagai latar dari good will sang pemilik nomor urut dua tersebut.
Agar tersistemasi dengan baik, tulisan ini akan mencoba untuk menganalisa dan mengkomparasikan visi-misi kedua pasangan calon sebelum kemudian memberikan pandangan terhadap positioning PMII dalam momentum pilkada kali ini.
Artikel Terkait
Sempat Dihujani Banyaknya Protes, Forum Kongres XXI Akhirnya Resmi Terima LPJ PB PMII 2021-2024
Usai Sudah Kongres XXI PMII, Faqih Sampaikan Pesan Kebangsaan dan akan Lebih Kritis pada Pemerintahan Prabowo-Gibran
Gelar Agenda Deklarasi Damai, Ini Jawaban KPU Jember saat Hanya Ada Satu Paslon yang Hadir
Jelang Masa Kampanye, BKSDM Kabupaten Jember Ingatkan ASN Bisa Kena Sanksi Berat Jika Terlibat
Adanya Indikasi Ketidaknetralan Penyelenggara, PC PMII Jember Ingatkan KPU Jaga Integritas dan Dorong Bawaslu Perkuat Pengawasan Jelang Pilkada
Gus Fawait-Djoko Susanto Tak Hadiri Acara Deklarasi Damai, DPC Demokrat Jember Soroti Ketidaktegasan KPU