Minggu, 19 Juli 2026

Refleksi 57 Tahun KOPRI Membangun Negeri: Kader Putri Harus CENDIKIA

Photo Author
Tim Redaksi Sketsa Nusantara, Sketsa Nusantara
- Rabu, 27 November 2024 | 10:45 WIB
Isna Asaroh, Ketua PC KOPRI Jember. (Dok. SketsaNusantara.id)
Isna Asaroh, Ketua PC KOPRI Jember. (Dok. SketsaNusantara.id)

*Isna Asaroh 

SketsaNusantara.id - KOPRI atau kepanjangan dari Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri merupakan sayap organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang berfokus pada ranah pengembangan, pemberdayaan, dan peningkatan mutu, kualitas atau kapasitas mahasiswa perempuan yang tergabung sebagai anggota dan kader dalam organisasi PMII.

Selain itu, KOPRI juga secara aktif dan massif melakukan berbagai kegiatan advokasi (pengawalan) terhadap isu-isu berkenaan dengan gender dan perempuan di berbagai forum baik tingkat lokal (regional), nasional, bahkan Internasional.

Sehingga secara singkat KOPRI telah memberikan kontribusi dalam hal kaderisasi (pemberdayaan perempuan) dan advokasi (menyerukan keadilan utamanya tentang Gender) kepada masyarakat secara luas, dan terkhusus di intern PMII.

Baca Juga: Serentak Pilkada dan Korupsinya

Hal tersebut sejalan dengan tujuan awal didirikannya organisasi yang lahir pada 25 November 1967 tersebut, yaitu sebagai respons terhadap kebutuhan akan wadah yang secara formal bisa menampung aspirasi, gagasan, dan ide kaum perempuan di lingkungan PMII.

Di lain sisi, KOPRI didirikan dengan tujuan untuk memperkuat peran dan kontribusi perempuan dalam berbagai aspek kehidupan baik dalam aspek pendidikan, sosial, budaya, politik, dan ekonomi.

Lebih lanjut, pembentukan KOPRI juga merupakan hasil dari kesadaran kolektif akan pentingnya kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan di tengah arus globalisasi dan industrialisasi saat itu.

Baca Juga: Refleksi Peringatan Hari Guru Nasional 25 November 2024: Guru sebagai Pembiasa Tradisi Literasi

Sejak didirikan, KOPRI telah berperan melakukan berbagai upaya advokasi untuk menyuarakan hak-hak perempuan dengan visi menciptakan masyarakat yang adil dan setara berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan.

Visi kemanusiaan tersebut kemudian mencoba di realisasikan dengan berbagai misi di antaranya; mengideologisasikan nilai keadilan gender, mengakomodasi gerakan perempuan di PMII, serta mendorong partisipasi aktif perempuan dalam berbagai aspek kehidupan sosial dan politik.

Maka secara jelas KOPRI telah berkomitmen menjadi motor penggerak bagi perubahan sosial yang lebih besar, terutama dalam menciptakan masyarakat yang berkeadilan gender dan dalam konteks pemberdayaan perempuan di Indonesia.

Baca Juga: Banyak Penghargaan Tapi Korupsi Tetap Jalan

Sebagaimana kehidupan manusia yang penuh dengan tantangan, begitupun dengan sepanjang perjalanan kelembagaan yang dilalui oleh KOPRI.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jangan Biarkan Kota Santri Kehilangan Jati Diri

Jumat, 26 Juni 2026 | 09:40 WIB

Sistem Keulamaan dan Ahwa Permanen dalam NU

Selasa, 16 Juni 2026 | 16:49 WIB

Refleksi Hardiknas 2026: Pendidikan dan Buku

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:35 WIB

Menimbang Dampak AI pada Nalar Generasi Bangsa

Kamis, 30 April 2026 | 12:05 WIB

Guru Pejuang Literasi

Selasa, 7 April 2026 | 10:35 WIB

Ketika Inklusi Berubah Menjadi Eksploitasi

Selasa, 24 Maret 2026 | 14:35 WIB

Idul Fitri dan Momentum Transformasi Digital UMKM

Kamis, 19 Maret 2026 | 13:30 WIB

Gus Dur, Cina dan Islam

Kamis, 19 Februari 2026 | 21:25 WIB
X