*Isna Asaroh
SketsaNusantara.id - KOPRI atau kepanjangan dari Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri merupakan sayap organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang berfokus pada ranah pengembangan, pemberdayaan, dan peningkatan mutu, kualitas atau kapasitas mahasiswa perempuan yang tergabung sebagai anggota dan kader dalam organisasi PMII.
Selain itu, KOPRI juga secara aktif dan massif melakukan berbagai kegiatan advokasi (pengawalan) terhadap isu-isu berkenaan dengan gender dan perempuan di berbagai forum baik tingkat lokal (regional), nasional, bahkan Internasional.
Sehingga secara singkat KOPRI telah memberikan kontribusi dalam hal kaderisasi (pemberdayaan perempuan) dan advokasi (menyerukan keadilan utamanya tentang Gender) kepada masyarakat secara luas, dan terkhusus di intern PMII.
Baca Juga: Serentak Pilkada dan Korupsinya
Hal tersebut sejalan dengan tujuan awal didirikannya organisasi yang lahir pada 25 November 1967 tersebut, yaitu sebagai respons terhadap kebutuhan akan wadah yang secara formal bisa menampung aspirasi, gagasan, dan ide kaum perempuan di lingkungan PMII.
Di lain sisi, KOPRI didirikan dengan tujuan untuk memperkuat peran dan kontribusi perempuan dalam berbagai aspek kehidupan baik dalam aspek pendidikan, sosial, budaya, politik, dan ekonomi.
Lebih lanjut, pembentukan KOPRI juga merupakan hasil dari kesadaran kolektif akan pentingnya kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan di tengah arus globalisasi dan industrialisasi saat itu.
Baca Juga: Refleksi Peringatan Hari Guru Nasional 25 November 2024: Guru sebagai Pembiasa Tradisi Literasi
Sejak didirikan, KOPRI telah berperan melakukan berbagai upaya advokasi untuk menyuarakan hak-hak perempuan dengan visi menciptakan masyarakat yang adil dan setara berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan.
Visi kemanusiaan tersebut kemudian mencoba di realisasikan dengan berbagai misi di antaranya; mengideologisasikan nilai keadilan gender, mengakomodasi gerakan perempuan di PMII, serta mendorong partisipasi aktif perempuan dalam berbagai aspek kehidupan sosial dan politik.
Maka secara jelas KOPRI telah berkomitmen menjadi motor penggerak bagi perubahan sosial yang lebih besar, terutama dalam menciptakan masyarakat yang berkeadilan gender dan dalam konteks pemberdayaan perempuan di Indonesia.
Baca Juga: Banyak Penghargaan Tapi Korupsi Tetap Jalan
Sebagaimana kehidupan manusia yang penuh dengan tantangan, begitupun dengan sepanjang perjalanan kelembagaan yang dilalui oleh KOPRI.
Artikel Terkait
Kapitalisme Pendidikan di Indonesia dalam Perspektif Paulo Freire, Ivan Illich, dan Erich Fromm
Saatnya Bangkit! Dari Desa ke Kota, Membangun Infrastruktur Transportasi yang Terlupakan
Membaca Fawait-Djos dalam Momen Penetapan Nomor Urut di KPU
Adanya Indikasi Ketidaknetralan Penyelenggara, PC PMII Jember Ingatkan KPU Jaga Integritas dan Dorong Bawaslu Perkuat Pengawasan Jelang Pilkada
PMII dan Pilkada Jember 2024