*Oleh Dr. Jamil, S.H., M.H.
SketsaNusantara.id - Tema ini menjadi tema pertemuan Ikatan Alumni Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (IKA Permahi) yang diselenggarakan pada Sabtu, 20 September 2025 di salah satu hotel di Surabaya.
Panitia mengusung tema ini tentunya sudah didasarkan pemikiran yang mendalam, meskipun masing-masing dari kita memiliki hak untuk menafsirkannya melalui berbagai perspektif, sedangkan makna yang dikehendaki oleh panitia menjadi makna original intens.
Bang Firman Jaya Daeli, salah satu tokoh Permahi yang juga pernah menjadi anggota DPR RI mengaitkan tema yang diusung panitia tersebut dengan konsep Negara Hukum, Demokrasi Konstitusional dan Peradaban Indonesia.
Berbicara peradaban tentu mengacu pada konsistensi karakter (character consistency, dan konsistensi tindakan (consistency of actions) yang terwujud dalam sebuah kelompok masyarakat.
Hukum harus menjadi prinsip dan pandangan hidup (views of life) bagi semua kita dalam menunaikan berbagai aktivitas sehari-hari.
Interaksi dan transaksi dengan subjek hukum lain harus didasarkan pada hukum demikian juga interaksi dan bertransaksi dengan lembaga-lembaga formal negara juga harus didasarkan pada hukum (rechtmatigheid van bestuur).
Dengan demikian hukum akan tumbuh menjadi peradaban yang paripurna bahkan absolut.
Namun tentu tidak mudah mewujudkannya, karena bicara karakter berarti bicara hal yang paling dalam yang ada pada diri manusia. Karakter merepresentasikan sifat-sifat kejiwaan, tabiat atau watak manusia.
Tidak sedikit para ahli yang mengaitkan karakter manusia dengan sifat alamiah (qodrati), tetapi ada juga yang mengatakan bahwa karakter manusia berkaitan erat dengan lingkungan yang ada di sekitarnya.
Berkaitan dengan ini, Thomas Hobbes memandang karakter manusia dengan pandangan pesimistik, dia mengidentifikasi karakter manusia itu buas dan liar yang tidak segan-segan saling memangsa satu sama lainnya sehingga terdapat ungkapan yang sangat populer untuk menggambarkan kebuasan manusia tersebut, homo homini lupus dan bellum omnium contra omnes.