Laskar ini dibentuk untuk mendidik para santri dalam kemiliteran dan mempertahankan agama Islam di Indonesia.
Pada pertempuran Arek-arek Suroboyo tanggal 10 November 1945 yang sangat heroik itu, Pak Ud menjadi komandan kompi Laskar Hizbullah. Pasukannya ditempatkan di sisi barat Kota Surabaya daerah Gunungsari, yang sekarang menjadi markas Kodam V Brawijaya.
Dengan status sebagai putra Rais Akbar NU KH M Hasyim Asy’ari, posisi Pak Ud tentu sangat menguntungkan dalam memobilisasi massa NU untuk menggempur Belanda di Surabaya.
Baca Juga: Mengenang 15 Tahun Wafatnya KH Abdurrahman Wahid: Gus Dur dan Tradisi Literasi
Terlebih sebelum meletus pertempuran Arek-arek Suroboyo, tepatnya 22 Oktober 1945, secara organisasi NU sudah mengeluarkan Resolusi Jihad.
Peran aktif Pak Ud di dunia militer berlanjut saat terjadi agresi militer satu dan dua. Tidak heran jika pada tahun 1949, dirinya diberi pangkat efektif letnan satu (Lettu). Setelah tahun 1947, Laskar Hisbullah digabungkan dengan TNI.
Di bidang organisasi sosial, Pak Ud tercatat pernah menjadi Sekretaris Jenderal PBNU periode 1967-1971. Di pimpinan pusat GP Ansor, Pak Ud pernah menjadi salah satu ketua di periode 1958-1967.
Baca Juga: Kubangan Bekas Galian Memakan Korban, Dapatkah Penambang Dijerat Pidana?
Pada Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), Pak Ud pernah menjadi Wakil Sekretaris Jenderal periode 1958-1965. Termasuk menjadi ketua umum Ikatan Bekas Pejuang Islam Jawa Timur periode1957-1958.
Dalam satu kesempatan sekitar bulan Agustus 2005, penulis pernah diajak KH Luqman Hakim, pengasuh Pesantren Seblak saat itu, untuk sowan ke Pak Ud di Ndalem Kasepuhan Pesantren Tebuireng.
Dibonceng dengan naik sepeda motor Vespa jadulnya. Saat itu hendak ada kunjungan kerja Menteri Kehutanan RI ke Tebuireng.
Tujuan utama sowan saat itu ingin “melaporkan” tesis penulis tentang kajian berbagai karya KH M Hasyim Asy’ari dalam konsep pendidikan Islam.
Menurut KH Luqman Hakim, ada yang baru di tesis penulis. Sangat dimungkinkan untuk diterbitkan menjadi sebuah buku.
Setelah berdiskusi bertiga dengan Pak Ud di ruang tamu, penulis dan KH Luqman Hakim dipersilakan melanjutkan diskusi di ruang belakang, karena sudah ditunggu dua orang dekat Pak Ud.
Artikel Terkait
Heboh! Pengunjung Rumah Jokowi di Solo Diduga Hanya Setingan Belaka, Sudah Dikoordinir, Pengalihan Isu Pagar Laut?
PMII Jombang Siap Kawal RPJM: Sorotan terhadap Konsistensi Pemerintahan dan Visi Kepemimpinan Baru
Geger! Penampakan Sosok Perempuan Sebelum Dihabisi Pacarnya hingga Dibuang di Koper Merah Ngawi, Sempat Gandengan Mesra
Lagi! Warga Jember Temukan Jasad Bayi Mengapung di Sungai dengan Kondisi Memprihatinkan
Bandar Obat-Obatan Terlarang Blak-Blakan Rutin Setor Uang Rp160 Juta ke Oknum Polisi Labuhanbatu, Pembagiannya Mulai Kasat Sampai Tim
Jadi Pembicara di BRI Microfinance Outlook 2025, Peraih Nobel Ekonomi Paul Romes Singgung Ekosistem untuk Perkembangan UMKM