Mukani*
SketsaNusantara.id - Nama KH Muhammad Yusuf Hasyim sudah tidak asing lagi di dunia perpolitikan Indonesia.
Kiprah panjang sebagai bagian militer sebelum proklamasi sampai menjadi pengasuh Pesantren Tebuireng menjadi saksi.
Terutama konsistensi menjaga ideologi NKRI dari rongrongan kaum komunis. Bahkan itu dilakukan hingga wafatnya 14 Januari 2007.
Baca Juga: Shalat dan Kesalehan Sosial
Kiai yang akrab disapa Pak Ud ini adalah putra bungsu pendiri NU KH M Hasyim Asy’ari dengan Nyai Nafiqoh.
Dia lahir tanggal 3 Agustus 1929. Selama berkarir, pernah menjadi anggota DPR-GR, DPR-RI bahkan anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA).
Pada tahun 1998, sempat mendirikan Partai Kebangkitan Ulama (PKU). Setelah sekian lama berjuang melalui Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Baca Juga: Peran dan Eksistensi Dipertanyakan, Ormawa Makin Tak Diminati Mahasiswa
Multiperan
Sapaan Pak Ud menegaskan dirinya sebagai sosok apa adanya. Sebagai anak kiai besar, biasanya dipanggil dengan gus atau kiai. Tapi, menurut Syaifullah (2020), itu tidak berlaku bagi dirinya. Meski perannya bagi Indonesia sangat luar biasa.
Tradisi menimba ilmu dimulai saat dirinya masih kecil dan langsung kepada ayah kandung. Saat berusia 12 tahun, dirinya hijrah belajar ke Pesantren al-Qur’an Sedayu Gresik. Lalu dilanjutkan ke Pesantren Krapyak Yogyakarta dan Pesantren Modern Gontor Ponorogo.
Saat baru berusia 16 tahun, Pak Ud bergabung dengan Laskar Hizbullah, organisasi semi-militer yang dibentuk pada tahun 1944 oleh Jepang.
Baca Juga: STOP Normalisasi Tren 'Laki-Laki Tidak Bercerita', Toxic Masculinity Bisa Mengancam Jiwa!
Artikel Terkait
Heboh! Pengunjung Rumah Jokowi di Solo Diduga Hanya Setingan Belaka, Sudah Dikoordinir, Pengalihan Isu Pagar Laut?
PMII Jombang Siap Kawal RPJM: Sorotan terhadap Konsistensi Pemerintahan dan Visi Kepemimpinan Baru
Geger! Penampakan Sosok Perempuan Sebelum Dihabisi Pacarnya hingga Dibuang di Koper Merah Ngawi, Sempat Gandengan Mesra
Lagi! Warga Jember Temukan Jasad Bayi Mengapung di Sungai dengan Kondisi Memprihatinkan
Bandar Obat-Obatan Terlarang Blak-Blakan Rutin Setor Uang Rp160 Juta ke Oknum Polisi Labuhanbatu, Pembagiannya Mulai Kasat Sampai Tim
Jadi Pembicara di BRI Microfinance Outlook 2025, Peraih Nobel Ekonomi Paul Romes Singgung Ekosistem untuk Perkembangan UMKM