Mukani*
SketsaNusantara.id - Isra’ dan Mi’raj diperingati umat Islam sebagai awal dimulainya kewajiban melaksanakan ibadah shalat. Perintah itu, menurut Ahmad Nur Santo (2020), disampaikan langsung kepada Nabi Muhammad SAW tanpa memakai perantara. Ini menunjukkan derajat kewajiban shalat yang sangat tinggi.
Peristiwa Isra’ Mi’raj juga menunjukkan monumental yang menjadi salah satu mukjizat Nabi Muhammad SAW. Tidak heran jika kemudian peristiwa ini diabadikan di dalam al-Qur’an, tepatnya di Surat Al-Isra’.
Kejadian irrasional ini akan bisa dipercayai jika iman di dada yang berbicara., bukan justru pemikiran yang mengedepankan logika. Tidak heran jika di awal Surat Al-Isra’ dimulai dengan kata subhana, yang berarti Maha Suci Allah.
Baca Juga: STOP Normalisasi Tren 'Laki-Laki Tidak Bercerita', Toxic Masculinity Bisa Mengancam Jiwa!
Hal ini menunjukkan bahwa terdapat kekuatan di luar diri manusia yang akan menggerakkan peristiwa Isra’ Mi’raj. Termasuk di dalamnya adalah kemampuan untuk beriman kepada kebenaran peristiwa Isra’ Mi’raj. Diperlukan adanya campur tangan Allah SWT untuk mempercayai peristiwa tersebut.
Tidak heran saat peristiwa Isra’ Mi’raj ini diceritakan kepada orang lain, mayoritas penduduk Mekkah saat itu tidak mempercayai Nabi Muhammad SAW. Bahkan banyak yang menuduh sebagai sesuatu yang mengada-ada.
Dua Aspek
Secara bahasa, istilah shalat berasal dari bahasa Arab yang mengandung makna doa. Ketika seorang muslim mengerjakan ibadah shalat, menurut Asep Nurhalim (2010), berarti dia sedang berdoa. Ini karena apa yang ada di dalam bacaan shalat merupakan rangkaian doa.
Baca Juga: Mengenang 15 Tahun Wafatnya KH Abdurrahman Wahid: Gus Dur dan Tradisi Literasi
Shalat, secara syariat, didefinisikan sebagai aktivitas ibadah seorang hamba yang tersusun dari beberapa perkataan dan perbuatan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam, dan memenuhi beberapa syarat yang ditentukan.
Menurut Hasbi al-Shidiqy (2009), shalat mengandung pengertian menghadapkan hati dan jiwa kepada Allah SWT serta menumbuhkan di dalam jiwa rasa keagungan, kebesaran, dan kesempurnaan-Nya.
Ayat-ayat dalam al-Qur’an banyak menyebutkan perintah shalat dengan kata mendirikan (aqimu). Ini berarti dalam shalat, menurut Abdul Manan (2009), membutuhkan dua aspek.
Baca Juga: Kubangan Bekas Galian Memakan Korban, Dapatkah Penambang Dijerat Pidana?
Artikel Terkait
Saling Segan! Puan Maharani Ungkap Prabowo Kerap Kirimkan Vitamin Kesehatan ke Megawati: Ini Kedekatan Beliau Sejak Lama
Siapa Paulus Tannos? Profil Lengkap Sosok Buronan Kasus Korupsi e-KTP yang Ditangkap di Singapura
Gara-Gara Tertawakan Sunhaji, Gus Miftah Ledek KH Usman Ali yang Kehilangan 40 Job Ceramah, Netizen: Agama Jadi Dagangan
Terbongkar Pelaku di Balik Pembuangan Bayi Perempuan di Tanggul Jember, Diduga Masih Berstatus di Bawah Umur
Mengejutkan! Tetangga Terduga Pelaku Pembuangan Bayi Perempuan di Tanggul Jember Beberkan Fakta Baru
Merokat Kenangan, Sebuah Upaya untuk Mengingat dan Belajar Tentang Tradisi Rokat di Kawasan Jember
Sempat Menangis Minta Tidak Ditahan, Penampakan Agus Buntung Tampak Ceria di Lapas Bikin Heboh, Netizen: Drama Amat