Baca Juga: Mengenang 15 Tahun Wafatnya KH Abdurrahman Wahid: Gus Dur dan Tradisi Literasi
2. Program yang Kurang Berdampak
Salah satu alasan utama menurunnya minat dan kepercayaan mahasiswa terhadap organisasi kampus adalah program-program yang dianggap kurang berdampak. Organisasi mahasiswa yang seharusnya menjadi motor penggerak perubahan sering kali terjebak dalam rutinitas kegiatan seremonial atau formalitas yang jauh dari kebutuhan nyata mahasiswa.
Organisasi mahasiswa yang terlalu fokus pada kegiatan seremonial seperti seminar, pelantikan, atau acara peringatan tertentu. Meskipun kegiatan ini penting untuk membangun citra organisasi, seringkali pelaksanaannya hanya sekedar memenuhi formalitas tanpa memberikan nilai tambah yang nyata bagi peserta.
Baca Juga: Kubangan Bekas Galian Memakan Korban, Dapatkah Penambang Dijerat Pidana?
Organisasi mahasiswa sering kali lebih dianggap sibuk dengan agenda internal atau proyek yang tidak menyentuh isu-isu mendasar yang dihadapi mahasiswa. Misalnya, isu-isu seperti biaya kuliah yang terus meningkat, fasilitas kampus yang kurang memadai, atau kebijakan kampus yang merugikan mahasiswa sering kali tidak menjadi prioritas.
3. Dinamika Internal yang Tidak Sehat
Konflik internal yang sering terjadi dalam organisasi mahasiswa juga menjadi penyebab utama hilangnya kepercayaan. Kasus-kasus seperti perselisihan kekuasaan, kurangnya transparansi keuangan, hingga manipulasi hasil pemilihan ketua membuat organisasi kehilangan kredibilitas. Salah satu masalah utama dalam organisasi mahasiswa adalah persaingan kekuasaan yang berlebihan di antara anggotanya. Jabatan dalam organisasi sering kali dianggap sebagai simbol status sosial, sehingga banyak individu yang memaksakan mengejarnya demi kepentingan pribadi, bukan untuk kontribusi nyata. Sehingga mereka hanya sibuk mementingkan nama jabatan organisasi untuk kepentingan pribadinya yang menyebabkan banyak ruang-ruang isolasi bagi organisasi dan anggota-anggota organisasi mahasiswa yang lainnya.
Baca Juga: Petahana Gagal Bertahan: Wujud Lemahnya Legitimasi
Contoh saja seperti halnya ketika ketua umum atau pimpinan organisasi mahasiswa terlalu gengsi sehingga memunculkan jarak emosional terhadap anggota. Maka, tak jarang kita temui saat ini adalah mahasiswa yang tidak aktif lagi di organisasi. Kita perlu sadari betul nepotisme untuk memuluskan kepada kebodohan ini perlu kita stop mulai dini atau nantinya organisasi mahasiswa hanya akan menjadi kenangan nama belaka.
4. Politisasi Organisasi Mahasiswa
Politisasi organisasi mahasiswa merupakan salah satu permasalahan serius yang mencoreng citra dan kepercayaan terhadap organisasi kampus. Organisasi yang seharusnya menjadi wadah independen untuk aspirasi dan pengembangan mahasiswa kini sering kali dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingan politik pribadi atau kelompok.
Fenomena organisasi mahasiswa yang menjadi alat kepentingan politik praktis juga turut memengaruhi citranya. Ketika organisasi mahasiswa mulai digunakan sebagai kendaraan untuk mendukung kelompok politik tertentu, independensinya dipertanyakan. Hal ini membuat organisasi kehilangan independensinya dan terjebak dalam agenda politik yang sering kali tidak relevan dengan kebutuhan mahasiswa.
Dampak dari hilangnya Kepercayaan terhadap organisasi mahasiswa seperti yang tadi saya katakan di atas tentunya memiliki dampak yang sangat signifikan. Mulai dari penurunan minat bergabung terhadap organisasi mahasiswa, kehilangan daya juang kolektif, dan citra negatif di mata publik. Itu semua terjadi karena organisasi mahasiswa saat ini tidak lagi menjadikan wadah itu berfungsi sesuai fungsinya. Namun berfungsi untuk kepentingan pribadi dan untuk menjadi motor fungsi senioritas
Peluang untuk memulihkan kepercayaan organisasi mahasiswa saat ini perlu diperlukan dengan cara merefleksikan nilai-nilai ke-mahasiswaan dan ke-Indonesiaan yang bersandarkan pada kebenaran dan keadilan. Selain itu, sudah saatnya organisasi mahasiswa saat ini perlu meningkatkan value untuk tetap berada pada koridor kebenaran, sehingga bisa memperbaiki citra di kalnangan masyarakat luas.
Artikel Terkait
Kalisat Tempo Dulu 9 Dara Memeta Kota, Sebuah Upaya Melihat Perjalanan Peradaban Kota Jember dari Perspektif yang Berbeda
Banyak Penghargaan Tapi Korupsi Tetap Jalan
Refleksi Peringatan Hari Guru Nasional 25 November 2024: Guru sebagai Pembiasa Tradisi Literasi
Serentak Pilkada dan Korupsinya